Komisi D DPRD Sangkal Klaim Pemprov DKI soal Sumur Resapan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 19:05 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah (Eva Safitri/detikcom)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah menilai sumur resapan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak efektif. Pasalnya, menurut Ida, masih ada banjir yang terjadi di beberapa titik di Ibu Kota.

"Tadi menurut penjelasan Sudin, karena yang ada kan Sudin Selatan. Tadi mengatakan kepada kami efektif, tapi seharusnya kan begini, efektif itu bila tidak terjadi banjir. Nah, kalau efektif tapi banjir, kan sama saja bohong," kata Ida kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Ida menerangkan pihaknya juga menerima aduan dari warga di Kemang, Jakarta Selatan, terkait banjir yang terjadi beberapa hari lalu. Ida menyebut ada tanggul pengembang yang jebol di Kemang sehingga menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

"Kalau di Kemang kan memang kami dapat aduan ada tanggul yang jebol. Nah, begitu saya tanya, ternyata tanggul pengembang yang bikin pagar, tapi di atasnya punya SDA. Jadi kan seharusnya SDA juga buat tanggul itu," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (Kadis SDA) DKI Jakarta Juaini Jusuf mengatakan sudah 2.974 sumur resapan yang dibuat selama 2020. Sumur resapan itu dibuat untuk mengatasi genangan.

"2.974, itu kan di 2020. Kalau 2021 sampe 2022 rencana kita tinggal 300 ribu titik dengan anggaran Rp 400 M itu yang akan kita mulai di tahun ini kemarin. Kenapa lambat, karena vendornya cuma dua. Nah, sekarang lagi diproses vendornya itu 100 vendor ya kita harapkan banyaknya vendor jadi yang kerja banyak sehingga program kita bisa cepat kita jalankan," kata Juaini kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

Juaini mengklaim sumur resapan yang telah dibangun di beberapa lokasi efektif mengatasi genangan yang ada. Contohnya, lanjut Juaini, kantor Kecamatan Jatinegara yang sering kali terjadi genangan kini tidak ada lagi.

"Sangat efektif seperti yang disampaikan oleh beberapa kasus. Ini lokasi-lokasi yang selama ini sering terjadi genangan di lokasi itu karena ada sumur resapan seperti yang dibilang seperti di depan kantor Kecamatan Jatinegara itu, biasa ada genangan di badan jalan itu hilang itu lari ke sumur resapan itu," katanya.

"Kalau titik, titik-titik selama ini kita di lahan-lahan yang jadi aset DKI di sekolah, kantor kecamatan, puskesmas itu yang kita tanamkan," sambungnya.

Simak video 'Blak-blakan Ketua Pansus Banjir 'Tembak' Kebijakan Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/knv)