Perjuangan Warga di Seram Maluku Evakuasi Pasien Pakai Gerobak ke Puskesmas

Muslimin Abbas - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 16:59 WIB
Warga Seram Bagian Timur evakuasi warga sakit pakai gerobak ke Puskesmas (dok. Istimewa).
Foto: Warga Seram Bagian Timur evakuasi warga sakit pakai gerobak ke Puskesmas (dok. Istimewa).
Seram -

Warga Desa Mising di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku harus berjuang membawa warga yang sakit menggunakan gerobak menuju puskesmas. Sebab, jalur laut yang biasa ditempuh warga untuk ke puskesmas tidak bisa dilalui akibat cuaca buruk.

Evakuasi pasien menggunakan gerobak di jalur darat itu harus ditempuh warga selama 2 jam, untuk tiba di Puskesmas Kilmury, Kecamatan Kilmury. Foto-foto perjuangan warga tersebut sempat beredar di media sosial.

"Saya dapat foto lalu kasih naik di Facebook, itu keluarga bapak, tengah punya anak yang sakit. Saya sampaikan kendaraan yang kita punya hanya longboat, karena kondisi laut yang tidak bersahabat, ombak (besar), akhirnya jalan darat. (Meski) juga tidak ada seperti jalan lintas (jalan darat yang mulus), jadi alternatif terakhir yang begitu," kata keluarga pasien, Hamin Kocal saat dimintai konfirmasi wartawan Senin (22/2/2021).

Hamin menambahkan, biasanya warga Desa Mising saat musim gelombang tinggi tidak bisa ke puskesmas dan hanya bisa berdiam diri di rumah sembari menanti gelombang tenang. Hal itu dilakukan lantaran satu-satunya akses yang bisa ditempuh hanya akses laut.

"Tapi kemarin itu kondisi sangat darurat sekali, akhirnya pakai gerobak sebagai pengganti ambulans," kata Hamin.

Keluarga pasien harus berjalan kaki sejauh 15 KM untuk tiba di puskesmas Kilmury. Jalan kaki pun hanya bisa dilalui di tepi pantai. Hamin menjelaskan, sebenarnya bisa menggunakan sepeda motor untuk evakuasi pasien, namun tetap terkendala karena pasien tidak bisa duduk dan harus baring.

"Jadi kendala itu (ada) kali, sungai kecil-kecil (memutus jalur motor) tidak ada cara lain lagi. Pakai motor bisa tapi tunggu (kali kecil) surut baru bisa lintas," tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan kakak kandung pasien, Jamila Kocal. Menurutnya, pasien mengalami sesak nafas lantaran dicekik saat berkelahi pada Sabtu (20/2).

"Itu saya punya adik laki-laki dapat pukul dan cekik leher hari Sabtu (20/2), tidak ada kendaraan tapi keadaan laut tidak mengizinkan, jadi harus pakai gerobak jalan kaki dari Missing ke Kilmury, 2 jam (jalan kaki)," ungkap Jamila.

Simak video 'Kuliner Lobster Santan Desa Sawai Pulau Seram, Menu Bintang Lima Nusantara':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)