Round-Up

ABG 16 Tahun Retas Basis Data Jaksa 'Cuma' Iseng Belaka

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 20 Feb 2021 06:27 WIB
Kejagung konpers penangkapan peretas database milik mereka, Jumat (19/2/2021). Peretas masih berumur 16 tahun dan tak ditahan.
Foto: Kejagung konpers peretasan database (Wilda Nufus/detikcom)

"Iseng saja dia, karena waktu kan pendidikan sekarang secara virtual nih," kata Leonard.

Leonard mengatakan peretasan data Kejagung dilakukan saat MFW sedang dalam waktu senggang. Saat melakukan peretasan itu, Leonard menyebut sang ayah ada di rumah, sementara ibundanya pergi untuk bekerja.

"Libur-libur dia bikin-bikin. Papanya sudah pensiun, ibunya masih kerja, ya dia iseng," ungkapnya.

Kejagung mengambil kebijakan bahwa MFW tidak ditahan karena masih di bawah umur. Hal itu berdasarkan arahan Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin.

"Bapak Jaksa Agung RI memberikan kebijakan kepada MFW untuk saat ini tidak dilakukan proses hukum dengan mempertimbangkan, yang pertama, MFW saat ini masih muda dan berusia 16 tahun dan masih sekolah di daerah Palembang," kata Leonard.

MFW disebut berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Orang tua MFW juga telah membuat surat pernyataan akan lebih mengontrol anaknya sehingga kasus peretasan itu tidak terjadi lagi.

"MFW telah berjanji dengan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya dan orang tua yang bersangkutan ada di sebelah kiri kami juga telah membuat surat pernyataan yang secara langsung akan mendidik, mengontrol anak yang bersangkutan untuk tidak melakukan perbuatan peretasan sebagaimana yang terjadi," terangnya.

Sementara itu, orang tua MFW, Edi, mengakui kurang melakukan pengawasan terhadap anaknya. Edi pun menyampaikan permohonan maaf kepada Kejagung.

"Oleh karena itulah kami dengan anak saya sini datang dengan tanpa ada paksaan juga kebetulan juga layanan di Kejagung ini bukan main, memang saya akui anak saya itu salah. Anak saya itu masih di bawah umur dan saya juga mengakui kurang pengawasan," imbuh Edi.

Halaman

(rfs/rfs)