Andi Arief: Kecolongan 2 Kali Mega Lawan SBY Tak Perlu Ditangisi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 16:11 WIB
Andi Arief
Andi Arief (Foto: dok. Twitter @AndiArief__)
Jakarta -

Eks Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mengungkap cerita Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menyatakan Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali olehnya. Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut kecolongan dua kali Ketum PDIP melawan eks Ketum PD itu tak perlu ditangisi.

"Kecolongan dua kali Ibu Megawati melawan SBY dalam pilpres adalah kenyataan sejarah, tak perlu ditangisi," kata Andi Arief di Twitter, Jumat (19/2/2021).

Mengapa Andi Arief berkata demikian? Bagi Andi Arief, Megawati kecolongan oleh SBY karena pilihan rakyat, bukan pengkhianatan.

"Toh, kecolongan melalui pilihan rakyat. Bukan melalui penghianatan menjatuhkan lewat MPR," sebut Andi Arief.

Andi Arief kembali mengingatkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang merespons cerita Mega kecolongan SBY dua kali ini. Dia meminta Hasto tak membenturkan SBY dengan Megawati.

"Sebagai Sekjen, Hasto jangan membenturkan, tapi mendudukkan posisi yang benar," sebut Andi Arief.

Perihal SBY bilang Megawati kecolongan ini disampaikan Marzuki Alie dalam YouTube. Menurut Marzuki, pada 2004, SBY saat itu mengajaknya bertemu di hotel dan terjadilah obrolan soal 'Megawati kecolongan' ini.

Untuk diketahui, setelah ceritanya ini jadi kontroversi, Marzuki Alie menyatakan siap bermubahalah.

"Pak SBY menyampaikan, 'Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini'. Kecolongan pertama, dia yang pindah. Kecolongan kedua, dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya. 'Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini'. Ada beberapa yang disampaikan ke saya, 'nanti saya kenalkan ini, nanti gini'," ucap Marzuki Alie dalam video itu yang kemudian mempersilakan pernyataannya dikutip, Kamis (18/2).

(gbr/tor)