Round-Up

Perintah Kapolri Tak Ragu Usut Siapa Pun Beking Mafia Tanah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 05:53 WIB
Presiden Jokowi melantik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Istilah mafia tanah akhir-akhir ini muncul kembali usai eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengungkap rumah ibundanya disasar para garong tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nampak geram kemunculan mafia tanah dengan memerintahkan tegas jajarannya.

Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa permasalahan mafia tanah menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Oleh sebab itu, Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya menindak secara tegas para mafia tanah.

"Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan Bapak Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah," ujar Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2/2021).

Para anak buahnya diminta tak ragu mengusut tuntas praktik mafia tanah. Listyo Sigit Prabowo meminta Polri mengambil peran dalam membela hak para korban mafia tanah.

"Saya perintahkan untuk seluruh anggota di seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu dan usut tuntas masalah mafia tanah, kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat tegakkan hukum secara tegas," tegas Sigit.

Rasa tak khawatir ditekankan Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia tanah, siapa pun orang besar di belakang para mafia tanah itu. Sigit menyebut pemberantasan mafia tanah masuk program Presisi Polri.

Bareskrim Polri sendiri melalui Satgas Mafia Tanah tercatat melakukan proses penyidikan sebanyak 37 perkara selama 2020. Sementara itu, 8 perkara dalam proses penyelidikan dan sisanya sudah pada tahap penyidikan.

"Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden, saya minta untuk jajaran tidak perlu ragu proses tuntas, siapapun 'bekingnya'. Sebagaimana program Presisi, proses penegakan hukum harus diusut tuntas tanpa pandang bulu," ucap Sigit.

29 perkara yang ditangani, 12 perkara sudah sampai pelimpahan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan. Kemudian, 6 perkara dinyatakan lengkap atau P-21. Sedangkan 4 lainnya masih dalam proses melengkapi berkas perkara karena P-19 (berkas dikembalikan jaksa), lalu tiga kasus SP3 (dihentikan penyidikannya).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2