Ribuan Ikan Mati di Sungai Jambi Diduga Diracun, DPRD Minta Polisi Usut

Ferdi Almunanda - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 16:16 WIB
Ribuan ikan mati di sungai di Jambi (Ferdi/detikcom)
Foto: Ribuan ikan mati di sungai di Jambi (Ferdi/detikcom)
Jambi -

Ribuan ikan air tawar di aliran Sungai di RT 23 Dusun Kampung Tengah, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi, mati mendadak. Kematian diduga ikan keracunan akibat ulah orang tak bertanggungjawab.

Kematian ikan tersebut terjadi sejak Minggu (14/2). Matinya ikan di aliran anak sungai di Jambi ini sempat viral di media sosial. Bahkan sampai sekarang bangkai ikan itu masih terlihat mengambang di aliran sungai tersebut.

Ketua DPRD Jambi, Edi Purwanto, ikut menanggapi terkait kematian ribuan ikan di aliran sungai di Jambi itu. Edi mengecam atas tindakan kejahatan merusak ekosistem air sungai tersebut.

"Ini kan destructive fishing, kalau bahasa teman-teman di DKP, kegiatan menangkap ikan yang merusak, merusak ekosistem dan kelestarian ikannya, juga bisa merusak kesehatan yang mengkonsumsi. Pertama kita harap aparat penegak hukum bersikap tegas, sehingga memberikan efek jera bagi pelakunya," kata Edi yang merupakan Fraksi PDI-P itu kepada detikcom, Kamis (18/2/2021).

Ribuan ikan mati di sungai di Jambi (Ferdi/detikcom)Foto: Ribuan ikan mati di sungai di Jambi (Ferdi/detikcom)

Edi juga meminta agar Pemkab setempat bisa lebih peka atas kejadian itu. Ketua DPRD Jambi itu turut meminta masyarakat dapat melakukan aktivitas tangkap ikan dengan peralatan yang memadai sehingga tidak merusak ekosistem sungai.

"Masyarakat mesti harus terus kita edukasi, bahwa praktik destructive fishing itu nggak baik, merugikan semuanya. Masyarakat harus sadar itu, di tempat lain udah ada kelompok masyarakat nelayan yang mendeklarasikan diri untuk stop menggunakan bom dan racun untuk menangkap ikan, jadi tidak perlu diracuni," ujar Edi.

Sebagai wakil rakyat, Edi menyebutkan jika pemkab butuh regulasi payung hukum atas tindakan meracuni aliran sungai, DPRD Jambi siap membantu.

"Jika butuh regulasi atau payung hukum DPRD provinsi siap mem-back up nya," kata Edi.

Sementara, Pj Kades Sungai Buluh, Sunaryanto membenarkan atas kejadian matinya ikan di aliran sungai tersebut. Ia juga menyebutkan banyak ikan yang mati di aliran sungai lantaran diracuni oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Itu aliran sungai nya mengaliri tiga desa di Kabupaten Batanghari Jambi, kejadian ikan mati itu memang banyak di sana, dan kejadian seperti ini memang sering kali terjadi, namun kita belum dapat mengetahui siapa yang meracuni aliran di sungai itu sehingga ikan disana banyak yang mati," kata Sunaryanto kepada detikcom.

"Memang aliran di sungai itu sering sekali ikan diracuni, namun kita juga tidak bisa melaporkannya karena kita juga tidak tahu siapa yang meracuni nya," ujar Sunaryanto.

Saksikan juga 'Ditangkap Polisi, IRT di Jambi Ngaku Konsumsi Sabu untuk Obat Diet':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)