Analisis BMKG soal Ribuan Ikan Mati di Jatiluhur Mati karena Cuaca Buruk

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 08:18 WIB
Ada sejumlah 63 ton ikan keramba mati di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ikan-ikan itu diketahui mati akibat angin kencang yang melanda daerah tersebut.
Foto: Antara Foto/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Ribuan ikan mati di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, dan Waduk Saguling, Bandung Barat, diduga karena cuaca buruk. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan ribuan ikan bisa mati secara mendadak karena kekurangan oksigen.

"Adanya curah hujan tinggi atau terus-menerus di sebuah area perikanan, maka kandungan oksigen dalam air bisa menurun secara drastis dan mempengaruhi kondisi ikan," ujar Koordinator Sub-Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra, kepada detikcom, Minggu (31/1/2021).

Secara alamiah, semakin dalam kolam ikan, bagian bawah kolam akan kekurangan oksigen. Jadi, jika bagian atas kolam kekurangan oksigen akibat curah hujan, itu akan mempengaruhi kondisi ikan.

"Nah yang kedua adalah dampak dari curah hujan tinggi yang membawa material dari sekitar kolam dan tercampur pada air yang terbawa ke dalam kolam/danau," kata Agie.

Banyak material labil di sekitar kolam yang dapat masuk ke kolam ketika hujan turun. Jadi, lumpur, daun, dan bahan organik lainnya bercampur dalam satu wadah dengan ikan.

Ketika bahan organik tercampur di kolam, ini dapat menjadi sasaran bakteri. Jadi bakteri mengonsumsi bahan organik menggunakan oksigen dari air.

"Hal ini juga menyebabkan penipisan oksigen di danau sehingga bisa menyebabkan ikan mati," jelasnya.

Cuaca buruk, membuat banyak ikan mati di Waduk Jatiluhur.Cuaca buruk membuat banyak ikan mati di Waduk Jatiluhur (Dian Firmansyah/detikcom)

Agie menyarankan para pengusaha ikan menggunakan rekayasa teknologi untuk menyelamatkan mata pencariannya di tengah fenomena cuaca buruk. Di samping itu, pengusaha ikan perlu untuk melihat data-data BMKG mengenai cuaca buruk.

"Kalau advice saya untuk petani saat ini tentu saja bisa mengantisipasi dengan memanen lebih awal dengan memperhatikan informasi dari BMKG, atau meminimalisir dampak menurunnya kadar oksigen di dalam air," jelasnya.

"Dalam konteks perkembangan cuaca, kita masih akan menghadapi curah hujan tinggi hingga Maret 2021," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan ikan mati mendadak karena cuaca buruk di Waduk Jatiluhur dan Waduk Saguling. Petani ikan Edo Junaedi di Waduk Jatiluhur menyebut kondisi ini sudah terjadi sejak lima hari lalu.

"Udah dari lima hari yang lalu, karena cuaca mendung jadi nggak ada matahari, kalau ada matahari mah bagus lagi. Ada airnya dingin ikan nggak kuat, ada air dari bawah juga naik ke permukaan jadi membuat ikan mabuk dan mati," ujar petani ikan Edo Junaedi kepada detikcom ketika mengambil ikan mati di waduk Jatiluhur, Minggu (31/01/2021).

Sementara itu, kasus serupa juga terjadi di Waduk Saguling. Fenomena kematian ikan terjadi selama sepekan terakhir.

"Sekitar hari Selasa sampai Jumat pada minggu lalu terjadi kematian ikan KJA di blok Bunder, Perlas, dan Gombong. Yang mati sampai terbuang akhirnya itu ada 25 ton," ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat Unang Husni Thamrin, Minggu (31/1/2021)

(isa/imk)