BPBD Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di 6 Daerah di Sumsel

Prima Syahbana - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 08:43 WIB
poster
Ilustrasi banjir (Edi Wahyono/detikcom)
Palembang -

BPBD menetapkan status siaga banjir dan longsor di 6 wilayah di Sumatera Selatan. Status tersebut berlaku sejak 11 Februari 2021 hingga musim hujan selesai.

"Berdasarkan pengalaman ataupun identifikasi setidaknya ada enam daerah rawan bencana akibat hujan yang diperkirakan mengguyur wilayah Sumsel dengan intensitas yang tinggi. Status siaga ini berlaku sejak 11 Februari lalu hingga berakhirnya musim penghujan," kata Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah, Kamis (18/2/2021).

Keenam wilayah tersebut adalah:
-Kabupaten Musi Banyuasin yang meliputi Batang Hari Leko, Babat Toman, Sanga Desa, Plakat Tinggi, Sungai Keruh, Lais, Sekayu, Lawang Wetan.
-Kabupaten Musi Rawas Utara meliputi Nibung, Rawas Ulu, Ulu Rawas, Karang Jaya, Rupit, Rawas Ilir, Karang Dapo.
-Kabupaten Musi Rawas yang meliputi Muara Lakitan, Muara Kelingi, Bulang Tengah Suku Ulu.
-Kabupaten Muara Enim meliputi Ujan Mas, Gunung Megang, Rambang Dangku, Muara Enim, Benakat, Belimbing. Lalu,
-Kabupaten Lahat yang meliputi Merapi Timur dan
-Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang meliputi Talang Ubi, Tanah Abang, Penukal, Penukal Utara.

Iriansyah menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan BMKG dengan kondisi puncak musim hujan ini, jumlah wilayah yang diprakirakan terdampak rawan bencana ada 6 di Sumsel. Dia mengimbau warga selalu waspada terhadap dampak yang terjadi.

"Di daerah-daerah ini dampak yang diprakirakan terjadi, dan harus dipersiapkan upaya untuk membantu masyarakat," jelasnya.

"Karenanya, kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, memperbarui informasi melalui media massa maupun media sosial, mencari informasi melalui pihak-pihak terkait kebencanaan, dan mengamankan dokumen-dokumen penting," lanjut Iriansyah.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, Nandang Pangaribowo, menjelaskan musim hujan di wilayah Sumsel terjadi sampai Maret.

"Sekarang kita masuk puncak musim hujan (Januari, Februari, Maret), dan dalam satu minggu ke depan akan terjadi kondisi cuaca yang signifikan ini terjadi di semua wilayah Sumsel," terangnya.

Nandang meminta warga mewaspadai kondisi yang terjadi saat ini. Khususnya daerah potensi rawan longsor di Sumsel bagian barat.

"Di pesisir barat wilayah Sumsel sudah terjadi puncak musim hujan di Januari, namun tetap harus diwaspadai puncak musim berikutnya ada di Maret. Lalu pada Februari dan Maret puncak musim hujan di wilayah Sumsel bagian barat, seperti daerah Lahat, sebagian Muara Enim, Pali, OKU Selatan, Pagaralam, dan Musi Rawas Utara," tutupnya.

Simak juga video 'Korban Longsor Nganjuk Evakuasi Sisa Perabot Rumah':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)