Round-Up

Salin Rupa Operasi Tinombala Jadi Madago Raya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 18 Feb 2021 05:19 WIB
Sosok Ali Kalora yang diburu polisi
Foto: Pimpinan kelompok radikal MIT, Ali Kalora (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polri menargetkan menangkap 11 anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora tahun ini. Operasi Tinombala, yang merupakan operasi perburuan terhadap kelompok radikal MIT di Sulawesi Tengah (Sulteng), pun kini salin rupa menjadi Operasi Madago Raya.

Hal itu disampaikan Asops Kapolri, Irjen Imam Sugianto dalam Rapim Polri 2021. Madago merupakan bahasa Poso.

"Operasi Nemangkawi dan Operasi Tinombala 2020 yang sekarang sudah berubah, menjadi sandinya yaitu menjadi Operasi Madago Raya. Ini mohon mulai disosialisasikan, jadi tidak ada lagi Operasi Tinombala, tapi Madago Raya," ujar Imam Sugianto di Mabes Polri, Rabu (17/2/2021).

Secara umum, 'Madago Raya' bermakna baik hati dan dekat dengan masyarakat. Masa tugas Operasi Madago Raya berlangsung sejak 1 Januari 2021 hingga 31 Maret 2021. Operasi ini biasanya akan terus diperpanjang selama 3 bulan hingga seluruh DPO MIT tertangkap.

Awal Desember 2020, polisi mencatat anggota kelompok Ali Kalora tinggal 11 orang. Mereka diperkirakan punya 2 pucuk senjata api.

Simak juga video '11 Orang Kelompok MIT Masih DPO, Satgas Tinombala Diperpanjang?':

[Gambas:Video 20detik]



Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)Foto: Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)

"(Anggota) Ali Kalora ada 11 orang, termasuk Ali Kalora," ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparnoto saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).

"Persenjataan mereka kemarin yang nampak itu kan satu senjata panjang dipegang Ali Kalora, sama satu lagi senjata pendek," sambung Didik.

Didik juga mengungkap rintangan yang dihadapi petugas dalam Operasi Tinombala, yakni medan operasi yang berupa gunung dan bukit dengan pepohonan lebat. Aparat, jelas Didik, menyusuri lebatnya hutan di pegunungan dari Sigi, Parigi Moutong sampai Poso.

"Jadi wilayah operasi itu gunung, bukit, dan sangat lebat. Kemudian lebat juga, kalau kita bertemu orang 10 meter-20 meter bisa tak terlihat kalau dia tidak bergerak," kata Kombes Didik.

Dia mengatakan, selain pengejaran, operasi yang dilakukan untuk menumpas kelompok MIT pimpinan Ali Kalora ini ialah dengan memberi pemahaman kepada masyarakat agar tak terpapar paham radikal. Hal ini terus dilakukan agar masyarakat tak direkrut kelompok MIT.

(aud/aud)