Polri Ubah Nama Operasi Tinombala Jadi Madago Raya, Ini Artinya

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 12:56 WIB
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)
Jakarta -

Polri mengubah nama Operasi Tinombala menjadi Operasi Madago Raya. Operasi Tinombala merupakan satgas yang mengejar daftar pencarian orang (DPO) dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah.

"Operasi Nemangkawi dan Operasi Tinombala 2020 yang sekarang sudah berubah, menjadi sandinya yaitu menjadi Operasi Madago Raya. Ini mohon mulai disosialisasikan, jadi tidak ada lagi Operasi Tinombala, tapi Madago Raya," ujar Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto dalam Rapim Polri 2021 di Mabes Polri, Rabu (17/2/2021).

Madago Raya sendiri diambil dari bahasa Poso. Secara umum, arti dari 'Madago Raya' adalah baik hati dan dekat dengan masyarakat.

Adapun masa tugas Operasi Madago Raya berlangsung sejak 1 Januari 2021 hingga 31 Maret 2021. Biasanya, operasi ini akan terus diperpanjang selama 3 bulan hingga seluruh DPO MIT tertangkap.

Nama Operasi Tinombala diubah jadi Madago Raya  (Dok. Tribrata TV)Nama Operasi Tinombala diubah jadi Madago Raya (Dok. Tribrata TV)

Selain itu, Imam menyinggung Operasi Nemangkawi yang harus dikelola dengan baik.

"Kemudian Nemangkawi juga demikian, ini mohon betul-betul dikelola dengan baik. Dalam penyusunan Operasi Nemangkawi tahun yang lalu di akhir tahun, mohon pak intelkam dengan jajaran direktur intel, terutama menyelenggarakan operasi atau mengoptimalkan satgas nusantara untuk mengelola kelompok AMP (Aliansi Mahasiswa Papua)," tutur Imam.

"Artinya kelompok mahasiswa yang ada terpetakan kalau nggak salah di 14 wilayah yang ada di republik ini betul-betul mereka dilakukan operasi penggalangan sehingga betul-betul bisa kita lemahkan dukungannya mereka kepada niat-niat yang akan digulirkan di Papua. Terutama tahun ini, agenda yang masih mengemuka yaitu mogok nasional. Itu yang akan berakhirnya di November nanti otonomi khusus tahap pertama yang akan diperpanjang yang mereka sudah membuka rencana kegiatan imbangan di mogok nasional," sambungnya.

Sebelumnya, Polri akan terus melanjutkan operasi yang dilakukan oleh Satgas Nemangkawi di Papua hingga operasi Tinombala di Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2021. Polri menargetkan 11 daftar pencarian orang (DPO) dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Sulteng tertangkap tuntas.

"Untuk operasi-operasi ke depan telah disampaikan oleh bapak Kapolri kita memang menggelar operasi-operasi di Papua. Operasi Nemangkawi, kemudian operasi di Poso yaitu operasi Tinombala dan operasi lainnya," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam acara rilis akhir tahun Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/12).

"Khususnya untuk operasi Nemangkawi dengan sasaran target penanganan daripada kelompok kriminal bersenjata dan juga kelompok kriminal politik tahun 2021 ini akan tetap kita lanjutkan," lanjutnya.

Tonton juga Video: 11 Orang Kelompok MIT Masih DPO, Satgas Tinombala Diperpanjang?

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)