Ari Ashkara Minta Anak Buah Urus Proses Pengiriman Harley-Davidson ke RI

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 16:20 WIB
Dirut Garuda Ari Askhara
Foto: Eks Dirut Garuda Ari Askhara (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta -

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, didakwa kasus kepabeanan terkait penyeludupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton. Ari Askhara meminta anak buahnya untuk mengurus proses pengiriman motor Harley-Davidson itu ke Indonesia melalui berbagai metode pengiriman logistik dari melalui kapal laut hingga menggunakan pesawat baru Garuda Indonesia.

Hal itu terungkap dalam dakwaan yang dibacakan di sidang Senin (15/2) oleh jaksa pada Kejari Tangerang di Pengadilan Negeri Tangerang. Dalam dakwaan itu, Ari Ashkara didakwa bersama-sama dengan Eks Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto.

Jaksa penuntut umum melalui Kasi Intel Kejari Tangerang Kasi Intel Kejari Tangerang R Bayu Probo Sutopo memaparkan Harley Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru itu dibeli seharga 9000 euro.

Ari Askhara sempat meminta anak buahnya Mohammad Rizal Pahlevi yang saat itu menjabat sebagai Vice President Garuda lndonesia Europe untuk menalangi dulu pembelian motor tersebut, tetapi dijawab tidak ada uang. Kemudian, Ari Askhara meminta agar ditalangi terlebih dahulu menggunakan uang perusahaan Garuda Indonesia cabang Amsterdam, yang selanjutnya dibayar pada tanggal 13 Mei 2019 oleh Ari Askhara melalui Kabel Silalahi selaku Finance Manager PT.Garuda lndonesia (Persero), Tbk Branch Office Amsterdam dengan menggunakan nomor rekening milik Deka Maheswara sebesar Rp 149 juta.

Selanjutnya, Ari Askhara meminta anak buahnya mengurus proses pengiriman motor Harley Davidson klasik itu ke Indonesia. Kemudian Iwan Joeniarto meminta Mohammad Rizal Pahlevi untuk mengurus seluruh proses pengiriman ke Indonesia serta meminta agar Rizal Pahlevi mengurai sepeda motor tersebut menjadi beberapa bagian.

Kemudian, Rizal Pahlevi meminta montir untuk mengurai sepeda motor Harley Davidson itu menjadi beberapa bagian dengan ongkos sebesar 1.600 euro yang dibayar secara tunai menggunakan uangnya. Kemudian Ari Askhara mengganti ongkos montir itu sebesar Rp 28.500.000.

Awalnya motor Harley Davidson itu hendak dikirim melalui kapal laut. Pada bulan Juni 2019, Iwan Joeniarto sempat menghubungi Rizal Pahlevi untuk mencari agen ekspedisi pengiriman barang via kapal laut dari Belanda ke Indonesia.

Akan tetapi setelah dihubungi agen ekspedisi itu oleh Rizal Pahlevi, motor Harley Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru dan tanpa surat kendaraan itu tidak dapat dikirim ke Indonesia dalam keadaan utuh maupun terurai. Kemudian ia kembali melaporkan penolakan tersebut ke Iwan Joeniarto.

Selanjutnya Iwan Joeniarto menanyai Rizal Pahlevi terkait kemgungkinan pengiriman motor Harley Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru dalam keadaan terurai itu dilakukan melalui penerbangan reguler PT. Garuda lndonesia (Persero), Tbk. Pengiriman tersebut dikirimkan sebagai bagasi penumpang atau cargo compartement sebagai technical tools (ruang khusus di badan pesawat untuk menyimpan peralatan, kunci-kunci maupun spare part pesawat.

"Kemudian saksi Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan kepada Iwan Joeniarto, hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh karena akan melanggar regulasi di bandara Schipool Amsterdam," ujar Bayu.

Setelah skema terebut gagal, pada bulan Juni 2019 Iwan Joeniarto menghubungi Sis Handaya Mis selaku Direktur Utama PT Aero Food lndonesia dengan maksud agar sepeda motor Harley Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 dalam keadaan tidak baru itu diimpor melalui PT. GMF AeroAsia, Tbk. Atas permintan tersebut Sis berkoordinasi dengan Edo Kurniawan Pasaribu selaku VP Ekspor Impor PT GMF AeroAsia, namun hal itu tidak dapat dilakukan karena bukan nature bisnis PT GMF AeroAsia.

Selanjutnya, pada September 2019 dilakukan rapat antar direksi dalam rangka persiapan pengiriman pesawat baru Garuda lndonesia Airbus 4330-900 Neo dari Pabrik Airbus di Toulouse Blagnac Airport, Paris, Perancis, yang akan dilaksanakan pada bulan November 2019. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh terdakwa Ari Askhara, Iwan Joeniarto dan saksi saksi Heri Akhyar.

Iwan Joeniarto mengusulkan kepada terdakwa Ari Askhara agar motor Harley Davidson seri Electra Glide Shovelhead keluaran tahun 1980 tersebut, dibawa ke lndonesia dengan menggunakan fasilitas pengiriman pesawat baru (Delivery Flight) Garuda lndonesia Airbus A330-900 Neo.

"Saat itu juga terdakwa I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyetujui hal tersebut," ujarnya.

Saksikan juga 'Awak Kabin Ungkap Kontroversi Ari Askhara di Garuda':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2