Kejati Sumsel Periksa Eks Sekda-Kadispar soal Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Prima Syahbana - detikNews
Rabu, 17 Feb 2021 11:40 WIB
Poster
Ilustrasi dugaan korupsi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan telah memulai penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang yang menelan dana Rp 130 miliar. Puluhan saksi diperiksa mulai dari kepala dinas hingga pejabat utama Pemprov.

"Untuk kasus Masjid Sriwijaya kita telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," terang Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman, kepada detikcom, Rabu (17/2/2021).

Saksi yang diperiksa, kata Khaidirman, semua berkaitan dengan pembangunan Masjid Sriwijaya. Mereka di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kota Isnaini Madani, Muddai Madang, mantan Sekda Sumsel Mukti Sulaiman dan Kabiro Hukum Ardani.

"Saksi diperiksa ada Ardani (Kepala Biro Hukum Prov Sumsel), M Ryan Fahlevi (Bagian Keuangan Panitia Pembangunan Masjid), Mukti Sulaiman (mantan Sekda Prov Sumsel), Isnaini, Ketua Divisi Perencanaan Teknis Panitia Pembangunan Masjid (jabatan saat ini Kadis Pariwisata Kota Palembang), Muddai Madang (Mantan Bendahara Yayasan) dan beberapa nama lain," katanya.

Selain nama-nama itu, ada pula pemilik lahan yang telah diganti rugi. Ada empat orang pemilik lahan diperiksa, yakni Rismarini, Suhartati, Erma Astuti dan Sitti Khodijah.

Dalam proses penyidikan, Koprs Adhiyaksa itu turut menghitung total kerugian negara. Total nilai proyek mencapai Rp 130 Miliar.

"Hingga saat ini belum ada penghitungan kerugian negara. Proses masih berjalan," katanya.

Simak juga video 'Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi Asabri':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)