Kejati Sumsel Sidik Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Rp 130 M

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 19:31 WIB
Poster
Ilustrasi Korupsi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Sriwijaya Palembang. Penyidikan kasus tersebut bermula dari mangkraknya pembangunan masjid.

"Dari hasil penyelidikan adanya dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proses pembangunan masjid Sriwijaya Palembang, sehingga dinaikan ke tingkat penyidikan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, saat dihubungi, Minggu (14/2/2021).

Awalnya kasus tersebut diselidiki karena pembangunan masjid Sriwijaya Palembang mangkrak oleh Yayasan Wakaf Sriwijaya dengan menggunakan dana hibah pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 130 miliyar. Akan tetapi dilihat dari pembangunan fisik tersebut diduga tidak sesuai dengan anggaran proyek tersebut.

"Namun dilihat dari fisik bangunan tersebut tidak sesuai dengan dana yang telah keluarkan sehingga pihak Kejati Sumsel melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Ia menambahkan hingga saat ini, tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel terus mengumpulkan alat bukti. Selain itu tim Kejati Sumsel juga memanggil saksi-saksi yang terkait dengan proses pembangunan masjid Sriwijaya Palembang untuk dimintai keterangan. Hingga saat ini lebih kurang ada 20 saksi yang sudah dimintai keterangan.

"Saksi ada dari pemerintahan Provinsi, Yayasan Masjid Sriwijaya dan dari pihak kontraktor atau pelaksana," ungkapnya.

Saksikan juga 'Dua Terduga Pemberi Suap Oknum Pejabat Dinkes Sultra Tiba di Kejati':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)