3 Pelaku yang Aniaya Lansia Diduga Dukun Santet di Bima Serahkan Diri

Faruk Nickyrawi - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 10:47 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi. (Rachman Haryanto/detikcom)
Bima -

Tiga terduga pelaku yang menganiaya lansia diduga dukun santet dan pembakaran rumah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerahkan diri ke polisi. Satu di antaranya anak Kepala Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu.

Mereka diduga kuat menjadi otak dalam aksi sadis terhadap pasangan suami istri (pasutri) lansia itu hingga menyebabkan salah satunya korban meninggal dunia.

"Identitas pelaku yang diserahkan adalah Habibi (25), petani, alamat Dusun Kalemba Desa Kawuwu, anak kandung dari Kepala Desa Kawuwu, Junaidin, dan Saidin alias Ama Ju," ungkap Kasubag Humas Polres Kota Bima, Ipda Ridwan, dalam keterangannya, Selasa (16/2/2021).

Dikatakannya, sebelum menyerahkan diri pada Senin (15/2/) siang, polisi sempat melakukan pendekatan secara persuasif dengan keluarga para pelaku pada Minggu (14/2).

"Pada hari Senin dini hari, petugas sudah bersiap melakukan upaya paksa terhadap para pelaku, namun berhasil melakukan penggalangan terhadap para keluarga pelaku agar menyerahkan para terduga pelaku pembakaran sekaligus pembacokan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan di sepakati akan diserahkan pada pagi harinya," jelasnya.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda NTB Kombes Hari Brata menuturkan pihak kepolisian tengah menyelidiki motif ketiga pelaku tersebut melakukan perbuatan kejam itu.

"Saat ini tim kami tengah mendalami kasus tersebut," tegasnya.

Hari menyayangkan sikap main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga Desa Kawuwu Bima hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Jika terjadi kekesalan atau merasa orang lain punya salah kepada anda, laporkan ke pihak kami, biarkan kami yang memproses mereka," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri lansia, Pakoh alias Ina Haja (60) dan suaminya, A Latif alias Ama Haja (65), di Kabupaten Bima, NTB, menjadi korban amukan massa. Mereka dituduh sebagai dukun santet oleh warga.

Keduanya diserang oleh warga pada Rabu dini hari ketika sedang tertidur pulas. Warga melempari rumah korban lalu membakarnya. Tak hanya itu, korban yang berhasil lolos dari kobaran api kemudian dibacok oleh warga hingga keduanya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit Bima.

Pakoh alias Ina Hajah meninggal dunia di rumah sakit Bima, NTB. Ina Haja meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di ruang unit gawat darurat (UGD).

Lihat juga video 'Aniaya Warga hingga Tewas, Anggota DPRD Dharmasraya Jadi Buron!':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)