Usai Diamuk Massa, Istri Lansia di Bima Diduga Dukun Santet Meninggal

Faruk Nickyrawi - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 00:34 WIB
Rumah pasutri di Bima dibakar massa (Dok istimewa)
Foto: Rumah pasutri di Bima dibakar massa (Dok istimewa)
Bima -

Pakoh alias Ina Hajah (60) korban amukan massa yang dibacok karena dituduh sebagai dukun santet akhirnya meninggal dunia di rumah sakit Bima, NTB. Ina Haja meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di ruang unit gawat darurat (UGD).

"Sekitar pukul 12.20 WITA, korban Ina Haja meninggal dunia di RSUD Bima, dan dimakamkan di TPU desa setempat," ungkap Kapolsek Langgudu, Ipda Kodrad, pada detikcom Rabu (10/2/2021).

Ina Haja meninggal karena mengalami luka yang cukup serius yakni luka bacok di bagian punggung dan pergelangan tangan kanan yang nyaris putus.

"Korban sempat mendapat perawatan medis, namun karena luka yang cukup parah, nyawa Ina Haja tidak tertolong. Sedangkan suaminya, selamat dan sudah keluar dari perawatan," jelasnya.

Kodrad mengungkapkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan akan mencari tahu siapa provokator dibalik terjadinya kasus dugaan dukun santet.

"Yang diduga para pelaku, masih dalam penyelidikan kami," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri lansia, Pakoh alias Ina Haja (60) dan suaminya, A Latif alias Ama Haja (65) di Kabupaten Bima, NTB menjadi korban amukan massa. Mereka dituduh sebagai dukun santet oleh warga.

Keduanya diserang oleh warga pada Rabu dini hari ketika sedang tertidur pulas. Warga melempari rumah korban lalu membakarnya. Tak hanya itu, korban yang berhasil lolos dari kobaran api kemudian dibacok oleh warga hingga keduanya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit Bima.

(lir/lir)