Ketua Komnas HAM Sebut TNI-Polri Sekarang Jauh Berbeda dari Era Orba

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 16:36 WIB
Ahmad Taufan Damanik
Foto: Ahmad Taufan Damanik (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik mengapresiasi reformasi TNI dan Polri. Taufan Damanik menyebut reformasi TNI-Polri sebagai satu langkah yang sangat progresif.

"Tantangan pada TNI dan Polri. Komnas (HAM) selalu memberikan apresiasi bahwa reformasi TNI dan Polri itu sebetulnya satu langkah yang sangat progresif," ujar Taufan Damanik dalam Rapim TNI-Polri 2021 di Mabes Polri, Senin (15/2/2021).

Taufan Damanik pun mengenang masa Orde Baru (Orba) saat dirinya masih menjadi aktivis. Kala itu, Taufan Damanik mengaku sering dikejar-kejar oleh TNI-Polri hingga mengalami tindakan represif.

"Saya kebetulan aktivis pak pada masa Orde Baru. Jadi pada masa itu mengalami peristiwa-peristiwa dikejar-kejar, mengalami represif," ucapnya.

Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, lanjut Damanik, TNI dan Polri sudah mengalami perubahan. Damanik mengungkap kalau ada anak muda yang menuding tidak ada perbedaan TNI-Polri di masa Orba dan sekarang, maka mereka belum pernah merasakan betapa represifnya aparat di masa itu.

"Kalau dibandingkan sekarang, jauh sekali. Jadi kalau anak muda sekarang bilang tidak ada perubahan Orba, mereka tidak mengalami represif di zaman itu, tidak mengalami menjadi orang-orang yang dikejar-kejar yang harus lari kesana kemari. Sekarang kan nggak," tegas Damanik.

Meski demikian, Damanik tetap mengingatkan agar norma HAM dipahami oleh pimpinan TNI dan Polri dari tingkat tertinggi hingga terendah. Dia juga menyoroti fenomena praktik kekerasan oleh aparat yang masih belum sepenuhnya hilang.

"Tetapi kami tetap mengajak bapak-bapak dari TNI dan Polri untuk marilah kita sama-sama mengarusutamakan norma HAM dalam pelaksanaan tugas kewenangan dari level tertinggi pimpinan sampai di level bawah. Saya tahu sudah banyak langkah-langkah dilakukan, kadang-kadang di bawah belum menyadari norma-norma HAM itu dengan kultur yang belum berubah. Kemudian melakukan tindakan yang contohnya pelaku-pelaku yang kita sebut sebagai praktik kekerasan. Karena itu masih ada kasus-kasus yang seperti itu, belum sepenuhnya mengalami perubahan," tandasnya.

Simak video 'Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Terkait Kekerasan':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)