Round-Up

Kontroversi Gatot Nurmantyo Sebut TNI Seperti Era Orba

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 21:32 WIB
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat, Senin (7/9/2020). Deklarasi dilaksanakan di sebuah rumah, Kota Bandung, Senin (7/9/2020).
Gotot Nurmantyo (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta -

Pernyataan eks Panglima TNI, Gatot Nurmantyo menimbulkan kontroversi. Gatot menilai TNI saat ini seperti era Orde Baru (Orba).

"Kalau kita melihat perkembangan situasi yang terjadi akhir-akhir ini ada warning, peringatan, bahwa TNI telah terlihat menjadi seperti pada tahun Orde Baru yang lalu," papar Gatot kala menjadi pembicara dalam webinar yang digelar KAMI, Jumat (4/12/2020) malam.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) melontarkan dugaan ada sejumlah pihak yang berusaha menggiring TNI berpolitik. Dia menilai tindakan itu bisa membuat TNI jatuh pada titik terendah.

"Inilah yang dulu menyebabkan ABRI jatuh pada titik paling rendah," ucap Gatot.

Gatot menilai profesionalitas TNI bukan hanya tanggung jawab TNI. Melainkan tanggungjawab semua elemen bangsa.

Komisi I DPR RI kemudian merespons pernyataan Gatot tersebut. Menurut Komisi I TNI profesional.

"Jangan lukai hati prajurit. TNI kita profesional," ujar Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid kepada wartawan, Sabtu (5/12/2020).

Meutya menyayangkan pernyataan Gatot yang berusaha merendahkan derajat TNI. Dia menilai pernyataan eks Panglima TNI itu meragukan profesionalisme TNI.

"Saya amat menyayangkan statement-statement dari pihak yang berusaha men-downgrade TNI. Statement tersebut dapat dimaknai bahwa ada keraguan dari Pak Gatot bahwa TNI profesional," ucapnya.

Bagaimana respons pemerintah terhadap pernyataan Gatot? Simak pada halaman selanjutnya.