Polda Metro Teliti Laporan Fredy Kusnadi soal Cuitan Dino Patti Djalal

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 15 Feb 2021 15:56 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Fredy Kusnadi melalui pengacaranya, Tonin Tachta, melaporkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Polisi kini akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kita masih teliti dulu kan baru laporannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (15/2/2021).

Menurut Yusri, pihaknya akan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait kasus tersebut. Dia menyebut polisi akan menyelidiki ada tidaknya dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Dino Patti Djalal lewat cuitannya ke Fredy Kusnadi soal mafia tanah.

"Nanti akan kita selidiki," imbuh Yusri.

Diketahui pengacara Fredy, Robin Tachta melaporkan Dino Patti Djalal ke Polda Metro Jaya. Laporan itu dibuat ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Sabtu (13/2) kemarin dan telah diterima dengan Nomor LP/860/II/YAN 2.5/SPKT/PMJ.

Tonin melaporkan Dino Patti Djalal terkait tweet-nya yang menyebut Fredy Kusnadi sebagai dalang sindikat penipuan jual-beli sertifikat rumah milik ibunya.

"Dia kan menyebutkan sudah nama orang 3 kali si Fredy. Jadi selengkapnya ada link-link-nya. Jadi 3 kali menyebut mafia tanah, dia bilang memalsukan sertifikat, membalikkan nama, segala macam ya jadi sesuai dengan unsur ITE sudah masuk perbuatan tidak menyenangkan, memberitakan hoax, membuat keonaran karena komentar itu lebih dari 300 sudah. Saya laporkan," ujar Tonin saat dihubungi, Minggu (14/2).

Tonin menyerahkan sejumlah bukti berupa cuitan Twitter @dinopattidjalal terkait ujaran soal mafia tanah. Dalam laporannya, Tonin mempersangkakan Dino dengan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45a ayat 3 dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dino Patti Djalal merespons laporan Fredy. Dino mengungkapkan bahwa Fredy Kusnadi telah menggadaikan sertifikat rumah ibunya ke koperasi. Sertifikat itu digadaikan senilai Rp 5 miliar.

"Sertifikat rumah milik ibu saya ke suatu koperasi. Nah dari sana diuangkan sekitar Rp 4-5 miliar," kata Dino Patti Djalal dalam keterangannya dalam video yang diunggah di akun Instagram-nya, seperti dilihat, Senin (15/2).

(ygs/isa)