Polisi Selidiki Pemilik Situs Aisha Weddings soal Dugaan Promosi Nikah Dini

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 23:46 WIB
Gedung Polda Metro Jaya
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) soal situs aishaweddings.com yang diduga mempromosikan pernikahan usia dini. Pemilik situs tersebut pun kini dalam penyelidikan polisi.

"Kita sedang selidiki," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis saat ditanya detikcom apakah pemilik situs telah diketahui, Sabtu (13/2/2021).

Auliansyah belum memerinci penyelidikan yang tengah dilakukan pihaknya. Dia menyebut perkembangan kasus tersebut nantinya akan disampaikan melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya.

"Perkembangan akan disampaikan melalui humas, ya," imbuhnya.

Untuk diketahui, situs aishaweddings.com ramai dikecam karena mempromosikan nikah usia dini hingga poligami. Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) melaporkan Aisha Weddings ke Polda Metro Jaya.

Advokat publik dari Samindo, Disna Riantina, sebagai pelapor mengatakan pihaknya melaporkan Aisha Weddings ke polisi karena promosi menikah usia dini sudah menimbulkan keresahan.

"Tadi malam kami melaporkan situs Asiha Weddings yang membuat resah karena di dalam web itu ada unsur yang melanggar undang-undang. Kemarin kami ke Polda Metro Jaya untuk berkomunikasi langsung dengan Unit PPA," kata Diana saat dihubungi detikcom, Kamis (11/2/2021). Samindo merupakan sayap organisasi milenial Setara Institute.

Diana mengatakan laporannya telah diterima SPKT Polda Metro Jaya. Dalam laporan bernomor LP/800/II/Yan2.5/2021/SPKT PMJ, pihak Aisha Wedding dilaporkan terkait dugaan pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Pelapornya adalah kami dan terlapornya adalah pembuat webnya itu sendiri," kata Diana.

Polisi pun bergerak cepat merespon laporan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait kasus tersebut.

Selain itu, dia mengatakan meski nantinya situs tersebut telah dihapus dan tidak bisa diakses, polisi akan tetap melakukan penyelidikan. Menurut Yusri, jejak digital situs tersebut tidak akan hilang.

"Jejak digital tidak akan pernah hilang sampai kapanpun mau dihapus atau ditenggalamkan," kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/2).

(ygs/maa)