Wakil Ketua MPR Dukung 2 Ulama Dianugerahi Gelar Pahlawan

Abu Ubaidillah - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 12:16 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mendukung usulan penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk dua ulama pejuang. Dua nama yang dimaksud ialah Syaikhona Kholil dan KH. Bisri Syansuri.

Ia sebagai sangti dan bagian dari PKS mengatakan partainya mementingkan seluruh komponen berkhidmat untuk maslahat umat dan bangsa, sangat mendukung penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut.

"Dan sangat wajar bila secara resmi PKS mendukung penuh usulan dan rencana penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk kedua ulama pejuang tersebut. Dukungan resmi terhadap penganugerahan gelar pahlawan nasional itu disampaikan oleh Ketua FPKS DPR RI, Dr Jazuli Juwaini, saat me-launching program Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan di Fraksi PKS DPR RI," ujar HNW dalam keterangannya, Sabtu (13/1/2021).

Ia mengatakan dukungan penganugerahan gelar pahlawan tersebut menjadi bukti bangsa dan negara tak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan serta jasa para ulama dalam mempertahankan Indonesia merdeka. Sebagaimana telah dilakukan para ulama pejuang melalui keanggotaan mereka di BPUPKI, Panitia 9, dan PPKI.

Selain itu ada juga kiprah dan perjuangan ulama dengan fatwa jihad yang dikumandangkan KH. Hasyim Asy'ari serta KH Wachab Hasbullah (NU), maupun melalui amanat jihad yang digelorakan Ki Bagus Hadikusumo (Muhammadiyah). Maupun perjuangan para ulama melalui ormas Islam lainnya, seperti PUI (KH Abdul Halim) atau Partai Islam (Masyumi) seperti dilakukan oleh M Natsir.

"Banyak di antara mereka yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Negara Republik Indonesia. Tapi masih banyak juga yang belum mendapatkan pengakuan resmi dari negara dengan mendapatkan anugerah sebagai pahlawan nasional seperti Syaikhona Kholil dan KH. Bisri Syansuri, padahal Beliau berdua juga berjasa dengan perjuangannya yang luar biasa untuk perjuangan bagi kemerdekaan Indonesia," jelasnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan dua tokoh tersebut telah memenuhi syarat umum dan khusus untuk menerima gelar pahlawan nasional. Ini sebagaimana telah diatur dalam Pasal 25 dan Pasal 26 UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Pasal 25 memuat syarat umum, di antaranya memiliki integritas, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, serta setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara. Sedangkan Pasal 26 memuat syarat khusus, seperti pernah memimpin perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tidak pernah menyerah pada musuh, melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya, serta pernah melahirkan karya besar yang bermanfaat bagi peningkatan harkat dan martabat bangsa.

Ia menjelaskan Syaikhona Kholil dan KH. Bisri Syansuri punya jasa yang sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya di dunia pesantren, tapi juga melalui berbagai kiprah melegenda mereka untuk kemerdekaan bangsa secara umum.

Maka dari itu, ia menyebut pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial hendaknya bisa segera memproses dan mengabulkan permohonan pemberian gelar pahlawan nasional yang sudah diajukan terkait dengan Syaikhona Kholil maupun KH. Bisri Syansuri, maupun ulama-ulama lain yang akan diusulkan.

"Saya juga mengajak partai-partai dan ormas-ormas Islam mendukung usulan penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk para ulama pejuang bangsa," sambungnya.

Penganugerahan gelar pahlawan ini menurutnya juga menambah bukti peran serta jasa para ulama bagi kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Karenanya, ia menilai sudah sepantasnya bila umat mencintai NKRI dan menjaga warisan perjuangan para ulama, juga sudah sewajarnya pemerintah mengakui dan memberi tempat terhormat bagi para ulama yang telah berjasa bagi Indonesia.

Terakhir, ia mengingatkan prinsip #Jas Merah (jangan sekali-kali menghilangkan sejarah) juga #Jas Hijau (jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama/umat).



Simak Video "Sambangi Saudi-Maroko, MPR Gagas Pembentukan Majelis Syuro Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)