Todongkan Pisau-Sekap 2 ART di Makassar, 3 Rampok Diburu Polisi

Reinhard Soplantila - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 05:25 WIB
intrusion of a burglar in a house inhabited
Foto: Ilustrasi (iStock)
Makassar -

Aksi perampokan rumah mewah terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku yang diketahui berjumlah tiga orang menodong dua orang asisten rumah tangga (ART) dengan senjata tajam, lalu menyekap korban di dalam kamar.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Minggu (7/2), di sekitar Jalan Johar, Kota Makassar. Polisi yang mendapatkan laporan terkait peristiwa tersebut masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Untuk pelaku berdasarkan keterangan saksi berjumlah tiga orang dan masih dalam lidik dan pengejaran anggota di lapangan," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Eka Bayu Budhiawan, Sabtu (13/2/2021).

Kejadian tersebut berawal saat dua orang pemilik rumah tengah meninggalkan rumahnya untuk berolahraga di kawasan Pantai Losari, Makassar. Setibanya di rumah, kedua pemilik rumah ini mendapati kedua ART-nya terkunci di dalam kamar.

"Pemilik rumah yang meninggalkan lokasi rumah sekitar jam 09.00 Wita menuju lokasi Pantai Losari untuk olahraga. Dan (pemilik rumah) tiba di TKP sekitar jam 12.00 WITA melihat dua orang di dalam kamar terkunci dari luar," kata Eka Bayu.

Pelaku berpura-pura mengenal salah satu pemilik rumah dan diperintahkan untuk mengambil barang. Korban yang kemudian membukakan pintu, ditodong senjata tajam yang dikeluarkan. Pelaku lalu meminta kedua ART menunjukkan kamar pemilik rumah.

"Saksi membuka pintu saat 3 orang datang, salah satu dari 3 orang tersebut mengatakan kepada saksi bahwa mereka disuruh oleh pemilik rumah untuk mengambil barang, sehingga saksi membuka pintu. Saksi melihat 3 orang tersebut mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan mengancam akan membunuh saksi kalau berteriak dan menyuruh saksi menunjukkan kamar pemilik rumah," jelas Eka Bayu.

Para pelaku yang kemudian memasuki kamar dari pemilik rumah langsung mencuri sejumlah barang berharga. Pelaku membawa lari brankas berisikan emas dan sertifikat rumah hingga sejumlah HP.

"Yang diambil satu unit brankas isi perhiasan dan sertifikat, satu unit laptop, dan lima unit HP, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 500 juta," ungkap Eka Bayu.

Lanjut Eka Bayu, untuk ketiga orang pelaku telah dikantongi identitasnya. "Kami sudah mengantongi identitas pelaku," katanya.

Simak juga video 'Coba Rampok Lansia, Pemuda di Mamuju Diringkus Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)