Imlek di Makassar, Kelenteng Xian Ma Batasi Jumlah Warga Datang Ibadah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 16:06 WIB
Suasana warga merayakan Imlek di Makassar (Hermawan/detikcom).
Suasana warga merayakan Imlek di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Tahun baru Imlek 2021 turut dirayakan di Makassar, Sulawesi Selatan, terutama oleh warga Tionghoa. Namun perayaan Imlek yang bertepatan dengan situasi pandemi COVID-19 terasa sangat berbeda, di antaranya jumlah warga yang datang beribadah.

"Bedanya, dulu kan (silaturahmi) ke rumah orang-orang, sekarang nggak lagi, apalagi open house. Kemudian itu sih, orang-orang banyak ngomong angpau, sekarang nggak lagi pakai amplop, pakai transfer, ada yang hilang lah pokoknya," kata seorang warga Tionghoa, Willy (20), kepada detikcom di Kelenteng Xian Ma Makassar, Jumat (12/2/2021).

Meski suasana Imlek kali ini sangat berbeda, Willy mengaku tetap bersyukur karena tetap dapat merayakannya bersama keluarga. Dia pun berharap pandemi Corona ini segera berakhir.

"Walaupun angpaunya tadi transfer, ya tetap harus dimaknai, tetap harus bersyukur. Kayak begini kan, tetap sembahyang, walaupun tidak ke rumah-rumah orang begitu," katanya.

"Kemudian biar suasanya pulih lagi kayak kemarin-kemarin, kita berharap Corona ini segera berakhir. Karena ngumpul dengan keluarga saja susah sekali, kecuali yang keluarga dekat ya," imbuhnya.

Kelenteng Xian Ma merupakan satu dari sejumlah rumah ibadah yang tetap buka di tahun baru Imlek 2021. Hanya, pihak kelenteng membatasi jam operasi bagi warga yang hendak beribadah.

"Sampai pukul 16.00 Wita sudah tutup. Pembatasan waktu, pemerintah tidak pernah larang kita beribadah, cuma kita berinisiatif agar tidak ada kerumunan jadi kita tutup sampai jam 4 toleransi," ujar Humas Klenteng Xian Ma Robbyanto Rusli saat dimintai konfirmasi terpisah.

Robby juga mengatakan pihaknya awalnya hendak membatasi jumlah orang yang bisa masuk beribadah, yakni maksimal 10-11 orang dalam satu kesempatan. Namun niat itu urung dilakukan karena jumlah warga yang datang sedikit.

"Tapi melihat angka orang yang sembahyang ada penurunan banyak sekali, mungkin ada 70 persen jadi kita tidak perlu membatasi," kata Robby.

Dia mengatakan penurunan hingga 70 persen itu karena pihak kelenteng sempat mengimbau warga agar beribadah dari rumah, tidak harus ke kelenteng.

"Orang yang beribadah juga ragu, ada imbauan dari kita kalau boleh sembahyang dari rumah sama saja," katanya.

Lihat Video: Melihat Suasana Imlek di Petak 9 di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]

(hmw/nvl)