Anggota DPR Ungkap 8 Warga Nunukan Ditahan Malaysia, Minta Segera Dipulangkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 17:37 WIB
Rumput laut menjadi komoditas utama warga Desa Mamolo, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Yuk kita lihat proses budidayanya.
Ilustrasi perairan (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR RI Deddy Sitorus menyesalkan insiden penangkapan warga negara Indonesia (WNI) yang tengah berlayar di lepas pantai antara Sei Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) oleh Police Marine Malaysia. Menurutnya, tindakan Police Marine Malaysia itu berlebihan.

"Ada warga Indonesia ditahan militer penjaga perbatasan negeri Jiran tersebut," ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/2/2021).

Legislator dari dapil Kalimantan Utara itu menjelaskan kronologi penangkapan WNI oleh penjaga perbatasan Negeri Jiran itu yang dia dapatkan dari warga yang menyaksikan peristiwa itu. Warga Sei Ular bernama Hendri, kata dia, mengaku melihat penangkapan sebuah speed boat penumpang, sekitar pukul 21.30 WITA pada Rabu (10/2/2021).

Deddy mengatakan, berdasarkan keterangan saksi ada 8 warga Kabupaten Nunukan yang menumpangi speed boat tersebut. Tujuh laki-laki dan satu perempuan. Identitas kedelapan warga tersebut yakni Pangiran Bakumpul, Serdy, Manggali, Bajib Mesak, Darboy, Elvi, Eti (3), serta motoris bernama Rahman.

Mereka diduga melanggar batas wilayah perairan Indonesia-Malaysia di sekitar perairan Sei Ular, Desa Sekadun Taka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan. Peristiwa itu terjadi sekitar 10 menit setelah 8 WNI tersebut meninggalkan dermaga Sei Ular.

"Tiga orang di antara penumpang itu adalah sebuah keluarga yang sedang menuju Nunukan untuk keperluan pengobatan," ungkap Deddy.

Sementara sisanya, kata Deddy, adalah rombongan Dewan Masyarakat Adat Agabag yang dipimpin oleh Bakumpu, Ketua Adat Besar Agabag. Rombongan itu dalam perjalanan untuk dengar pendapat dengan DPRD Kabupaten Nunukan terkait konflik lahan dengan pihak perkebunan swasta di wilayah Sebuku.

Deddy mengatakan, menurut informasi, pihak pengawal perbatasan Indonesia yang terdiri dari Satgas Kostrad, Unit Intel Kodim, Intel Lanal dan Posal Tinabasan langsung mengupayakan pencarian setelah mendapatkan laporan dari warga. Petugas perbatasan juga berupaya berkoordinasi dengan pihak berwenang Malaysia.

Deddy mengaku mendapat informasi para WNI tersebut saat ini ditahan di Tawau, Sabah, Malaysia. Selain itu, pemerintah Indonesia juga tengah melakukan proses negosiasi dengan masyarakat.

"Akan tetapi hingga pagi tadi belum ada kejelasan dan kabar terakhir yang diterima bahwa pihak berwenang Indonesia sedang melakukan proses negosiasi dengan aparat Malaysia," tuturnya.