Permohonan Jumhur Hadir Langsung di Sidang Ditolak, Pengacara Walk Out

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 13:36 WIB
Sidang putusan sela Jumhur Hidayat (Foto: Dwi/detikcom)
Sidang putusan sela Jumhur Hidayat (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permintaan Jumhur Hidayat untuk hadir secara langsung dalam persidangan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax. Pengacara Jumhur walk out permintaan ditolak.

Sidang lanjutan Jumhur dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (11/2/2021). Jumhur hadir secara virtual yang ditampilkan di ruang sidang.

Sebelumnya, majelis hakim membacakan putusan sela yang berisi penolakan atas eksepsi atau nota keberatan Jumhur. Seusai pembacaan, pengacara Jumhur Oky Wiratama mempertanyakan permohonan terkait sidang offline dengan menghadirkan Jumhur secara langsung.

Hakim menyatakan menolak permohonan tersebut. Menurut hakim, hal ini bertujuan mencegah penyebaran COVID-19 baik di dalam rutan maupun di luar rutan.

"Bukan hanya terdakwa saja yang tidak dibolehkan hadir, terdakwa lain juga tidak boleh. Karena itu tadi khawatir kalau dia tidak tertular, pada saat keluar tertular kena, bagaimana mengatasinya," kata hakim.

Oky kemudian menilai pihaknya dapat memfasilitasi pemeriksaan swab COVID-19 sehingga tetap menerapkan protokol kesehatan. Atas hal tersebut, Oky meminta Jumhur dihadirkan di persidangan.

"Kami memang mengerti kondisi dalam keadaan pandemi, namun demikian untuk dipertimbangkan dihadirkan, karena seperti kita tahu kita bisa mengikuti protokol kesehatan, jadi saya rasa tidak begitu menjadi hambatan apabila terdakwa dihadirkan. Kami juga lebih mudah berkomunikasi dan itu hak dari kuasa hukum untuk mendampingi. Agar kami dapat melakukan pembelaan kepada klient kami secara maksimal. Kami tetap meminta persidangan dilakukan secara offline," kata Oky.

"Atau bagaimana kalau gini, kami dari penasehat hukum akan memfasilitasi tes swab kepada terdakwa baik sebelum dan sesudah," sambungnya.

Simak video 'Didakwa Sebarkan Berita Hoax, Petinggi KAMI Jumhur Ajukan Eksepsi':

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2