Round-Up

5 Fakta Mafia Tanah Bikin Rumah Ibu Dino Patti Djalal 'Dijarah'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 07:10 WIB
Dino Patti Djalal
Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Ada 3 LP, Dua di Antaranya Sudah Diungkap


Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa pihaknya menerima 3 laporan polisi (LP) terkait mafia tanah yang menimpa ibunda Dino Patti Djalal ini. Dari 3 LP tersebut, polisi telah mengungkap dua di antaranya.

Laporan yang pertama tahun 2019 sudah diungkap polisi. Menurut polisi, dalangnya sudah ditangkap yakni Arnold Siahaya.

"Pelaku mafia sertifikat tanah yang baru-baru ini merugikan ibunda Dino Patti Djalal, pelaku atas nama Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, Ferry, dan kawan-kawan saat ini sudah menjalani putusan pidana terkait mafia properti yang diungkap oleh Subdit Harda pada 2019," ujar Kasubdit Harta Benda AKBP Dwiasi Wiyatputera dalam keterangannya, Rabu (10/2/2021).

"Arnold itu aktornya," tambah Dwiasi. Ketiga pelaku sudah ditahan di rutan Polda Metro Jaya dan Lapas Cipinang. Kasus tersebut terungkap pada Januari 2021.

Dwiasi menjelaskan kasus ini bermula ketika sepupu Dino Patti Djalal yang dipercaya mendiami rumah milik ibunda Dino, Yurmisnawita, didatangi oleh seorang pengacara seseorang bernama Fredy Kusnadi. Ia datang untuk proses balik nama sertifikat hak milik rumah tersebut menjadi milik Fredy Kusnadi.

"Padahal Yurmisnawita tidak pernah menjual rumah tersebut. Pelapor kemudian meminta tolong sepupunya, yakni Dino Patti Djalal, untuk mengecek sertifikat ke kantor BPN Jakarta Selatan," kata Dwiasi.

Rumah Pernah Ditawar

Sebelumnya, Yurmisnawita memang dipercaya oleh ibunda Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal, untuk mengurus proses jual-beli rumah. Hal itu dikarenakan Zurni kerap berada di luar negeri.

"Pada 2019, rumah tersebut sempat akan dijual kepada orang yang mengaku bernama Lina. Saat itu, Lina menghubungi Yurmisnawita dengan membawa calon pembeli bernama Fredy Kusnadi. Dalam proses tersebut, Lina memaksa pelapor untuk menerima penawaran pembelian rumah, namun pelapor menolaknya karena pelapor tidak mau menjual rumah tanpa ada persetujuan dari pemilik asli rumah tersebut, yakni Zurni Hasyim Djalal. Sehingga dalam pertemuan tersebut tidak terdapat hasil apa pun," paparnya.

Kasus ini kemudian bergulir ke polisi. Hasil penyelidikan kemudian ditemukan adanya balik nama sertifikat rumah atas nama Yurmisnawita ke Fredy Kusnadi.

"Dari hasil penyelidikan, didapatkan bahwa benar Zurni Hasyim Djalal adalah pemilik tanah dan bangunan berupa rumah di Cilandak Barat berdasarkan SHM no. 8516 atas nama Yurmisnawita. Benar juga bahwa sertifikat tanah tersebut telah balik nama atas nama Fredy Kusnadi dari hasil pengecekan ke BPN. Karena pelapor maupun pemilik sertifikat asli tidak tahu kalau surat tersebut dipalsukan, maka penyelidikan akan terus dilanjutkan," paparnya.

Polda Metro Jaya telah memeriksa empat orang terkait kejadian tersebut. Polda Metro Jaya juga tengah berkoordinasi dengan BPN.

Sementara itu, terhadap para pelaku yang ditangkap, mereka dijerat atas dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan/atau pemalsuan dan/atau menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan/atau pencucian uang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang.

Belakangan diketahui, tidak hanya rumah itu saja yang dialihkan kepemilikannya oleh para pelaku. Pihak Dino Patti Djalal juga melaporkan satu perkara lainnya yang sama, sehingga total ada tiga laporan polisi di Polda Metro Jaya.

"Yang ketiga ini informasi dan saran dari penyelidikan kita. Yang sekarang lagi dalam penyelidikan untuk mencari tahu apa yang dipalsukan," ucap Dwiasi.


Ada keterlibatan mantan penjaga rumah ibunda Dino Patti Djalal, simak di halaman selanjutnya