Modus Mafia Tanah 'Jarah' Rumah Ibu Dino Patti Djalal: Hadirkan Figur Palsu

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 14:32 WIB
Gedung Promoter Polda Metro Jaya yang pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp 498 miliar telah diresmikan, Jumat (19/1/2017). Peresmian dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Gedung Promoter Polda Metro Jaya (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Rumah ibu mantan Wamenlu Dino Patti Djalal 'dijarah' oleh sindikat mafia tanah. Dari dua kasus yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya, sudah ada beberapa pelaku yang ditangkap. Lalu bagaimana sindikat ini menjalankan aksinya?

Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi menjelaskan pemalsuan sertifikat hak milik bisa terjadi karena adanya perpindahan sertifikat.

"Pasti sertifikat itu pernah berpindah tangan, nggak bisa ujug-ujug sertifikat balik nama tanpa berpindah tangan fisiknya, itu harus berpindah tangan. Tidak mungkin secara otomatis dia pindah," kata Dwiasi saat dihubungi detikcom, Rabu (10/2/2021).

Perpindahan sertifikat ini biasanya terjadi ketika pemilik diminta meminjamkan sertifikat asli untuk dicek keabsahannya di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Modus ini juga terungkap ketika polisi menyelidiki kasus pada laporan pertama dari pihak Dino Patti Djalal.

Namun, menurut pengakuan dari pelapor, sertifikatnya tidak pernah dipinjamkan. Polisi akan mendalami lebih lanjut terkait hal ini ke pihak pelapor.

"Modus sindikat yang pertama itu dia mau mengecek dengan membawa sertifikat. Nah, kan perlu periksa sama si korban pernah meminjamkan nggak? Pernah berpindah tangan nggak sertifikatnya?" jelasnya.

Setelah sertifikat itu berpindah tangan, mafia tanah ini akan membawanya ke notaris untuk balik nama. Nah, pada saat proses balik nama ini, para pelaku menghadirkan figur-figur dengan memalsukan identitas si pemilik rumah.

"Pengalihan hak ini dengan figur," katanya.

Terkait kasus mafia tanah yang menimpa ibu Dino Patti Djalal ini, Polda Metro Jaya menerima tiga laporan polisi. Dua perkara sudah diusut tuntas dan 1 perkara lainnya masih berjalan.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Polisi mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi termasuk berkoordinasi dengan BPN untuk mengungkap perkara ini.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal di Twitter resminya menyebut rumah ibundanya 'dijarah' mafia sertifikat tanah, dalam artian sekelompok mafia tanah ini melakukan penipuan yang membuat sertifikat rumah ibunya tiba-tiba berpindah tangan. Dino Patti Djalal telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian.

"Itu sudah satu rumah (pertama) jadi korban, kemudian ada satu rumah lagi di daerah Pondok Indah dan juga tahu-tahu sertifikatnya sudah balik nama aja dan balik namanya sudah dua atau tiga kali. Ibu saya sama sekali tidak tahu apa-apa," ujar Dino saat dihubungi, Selasa (9/2)

Badan Pertanahan Nasional (BPN) angkat bicara terkait kasus ini. BPN mengatakan menduga telah terjadi penipuan.

"Kami sangat prihatin terhadap peristiwa yang menyangkut sertifikat milik ibunda Pak Dino Patti Djalal itu. Diduga telah terjadi penipuan dalam kasus tersebut," kata juru bicara Kementerian ATR/BPN Teuku Taufiqulhadi.

(mei/fjp)