Penangguhan Penahanan Ustadz Maaher Sempat Ditolak, Ini Penjelasan Polri

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 18:56 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Dhyas/detikcom)
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Dhyas/detikcom)
Jakarta - Soni Eranata atau Ustadz Maaher dinyatakan meninggal dunia di Rutan Mabes Polri pada Senin (8/2) malam. Kuasa hukum Maaher, Djudju Purwantoro, menyatakan pihaknya sempat mengajukan penangguhan penahanan beberapa waktu sebelum Maaher meninggal, tapi ditolak kepolisian.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan alasan permohonan penangguhan penahanan Ustadz Maaher sempat ditolak. Menurutnya, tidak semua permohonan penangguhan penahanan bisa dikabulkan.

"Dan tentunya tidak semua penangguhan itu bisa dikabulkan oleh penyidik," ujar Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2021).

Rusdi mengatakan penyidik pasti memiliki sejumlah pertimbangan. Maka itu, penangguhan penahanan Ustadz Maaher ditolak.

"Penyidik juga memiliki pertimbangan-pertimbangan lain sehingga penangguhan tidak dikabulkan oleh penyidik," ucapnya.

Meski demikian, Rusdi mengakui kalau permohonan penangguhan penahanan merupakan hak dari tersangka beserta keluarga.

"Ya tentunya penangguhan itu, permohonan penangguhan itu adalah hak dari pada tersangka dan keluarga," tandas Rusdi.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menolak penangguhan penahanan Ustadz Maaher At-Thuwailibi yang diajukan sang istri, Iqlima Ayu. Polri menegaskan sampai saat ini pihaknya tidak memberikan izin penangguhan penahanan tersebut.

"Sampai saat ini Bareskrim Polri tidak melakukan penangguhan terhadap tersangka yang disangkakan. Sampai saat ini, Bareskrim tidak mengeluarkan, tidak memberikan penangguhan terhadap tersangka tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Selasa (29/12).

Sebagaimana diketahui, Iqlima Ayu menyambangi Bareskrim Polri pada Senin (28/12). Iqlima datang untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan suaminya yang ditahan.

Iqlima datang bersama dua anaknya. Iqlima datang didampingi Ketua Umum Barisan Kesatria Nusantara Muhammad Rofi'i Mukhlis dan beberapa orang lainnya.

"Saya selaku istri Ustadz Maaher At-Thuwailibi memohon untuk dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya kepada Habib Luthfi, juga keluarga besar NU, untuk memaafkan suami saya. Namanya manusia kan ada khilaf. Jadi saya mohon untuk segera dibebaskan suami saya," kata Iqlima.

Saksikan juga 'Karena Sensitif, Polri Tak Bisa Ungkap Penyakit Ustaz Maaher':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/hel)