Ibu Dino Patti Djalal 'Dijarah' Mafia Tanah, Komisi II Ungkap PR BPN

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 18:37 WIB
Ahmad Doli Kurnia.
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menjadi korban mafia tanah. Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kunia mengungkap masih banyaknya pekerjaan rumah dari Kementerian ATR/BPN.

"Jadi kasus yang dialami Ibu Pak Dino ini gejala gunung es, yang sebetulnya masih banyak sekali. karena banyak sekali, saya menyerahkan ada 6 peti semua aspirasi masalah pertanahan yang nggak selesai," kata Doli, kepada wartawan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Doli lalu menyinggung program Kementerian ATR/BPN yang akan mengubah sertifikat tanah menjadi elektronik. Dia menilai program itu belum tepat dilakukan ketika masalah pertanahan saat ini masih belum terselesaikan.

"Saya kira itu yang saya katakan kemarin pada saat kantor BPN dan meluncurkan soal sertifikat elektronik itu ya. Kami sih sebetulnya, sayalah secara pribadi, program yang diluncurkan oleh ATR BPN itu mungkin memang baik tapi waktunya belum tepat," ujarnya.

"Karena apa? Masalah pertanahan kita ini masih banyak sekali, PR-nya masih menumpuk, saya hampir setiap hari menerima aduan, soal sengketa, soal pencaplokan, soal konflik," lanjut Doli.

Dia meminta sebaiknya Kementerian ATR/BPN menyelesaikan dulu masalah pertanahan. Ditambah lagi persoalan tanah Hak Guna Usaha (HGU) yang masih belum sesuai dengan peruntukannya.

"Nah jadi harusnya kementerian ATR itu menyelesaikan itu dulu, belum lagi misalnya Pak Menko Polhukam mengatakan ada banyak sekian tanah dikuasai oleh segelintir orang, belum lagi kita melihat bahwa ada HGU yang tidak sesuai dengan peruntukannya, jadi PR-nya masih sangat banyak," tuturnya.

Sebelumnya, Dino Patti Djalal di Twitter resminya menyebut rumah ibundanya 'dijarah' mafia sertifikat tanah, dalam artian sekelompok mafia tanah ini melakukan penipuan yang membuat sertifikat rumah ibunya tiba-tiba berpindah tangan. Dino Patti Djalal telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian.

"Itu sudah satu rumah (pertama) jadi korban, kemudian ada satu rumah lagi di daerah Pondok Indah dan juga tahu-tahu sertifikatnya sudah balik nama aja dan balik namanya sudah dua atau tiga kali, ibu saya sama sekali tidak tahu apa-apa," ujar Dino saat dihubungi, Selasa (9/2).

(eva/gbr)