Ketua KAMI Medan Khairi Amri Didakwa Ujaran Kebencian Terkait SARA

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 17:58 WIB
Sidang kasus dugaan ujaran kebencian Ketua KAMI Medan, Khairi Amri (Datuk Haris-detikcom)
Sidang kasus dugaan ujaran kebencian Ketua KAMI Medan, Khairi Amri (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Ketua KAMI Medan, Khairi Amri, menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Sumatera Utara. Khairi didakwa melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Persidangan digelar di ruang Cakra 2, PN Medan, Rabu (10/2/2021). Majelis hakim, jaksa penuntut umum, serta pengacara hadir di ruangan, sedangkan Khairi tetap berada di ruang tahanan.

Dalam dakwaannya, jaksa menjelaskan Khairi Amri menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Ujaran kebencian itu, kata jaksa, disebarkan pada Kamis (8/10/2020) pagi.

"Terdakwa Khairi Amri antara lain sekitar akhir bulan September tahun 2020, telah berinisiatif untuk membentuk komunitas yakni Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) di Kota Medan secara independen seperti KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI). Meskipun terdakwa belum pernah berkomunikasi dan tidak ada kaitannya dengan KAMI yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo dan terdakwa merencanakan pembentukan kepengurusannya pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2020 di Sagar Cafe Medan yang terletak di Jl HM Joni Kota Medan," ucap jaksa.

Dalam rangka persiapan tersebut, Khairi Amri disebut berinisiatif membentuk komunitas melalui grup WhatsApp yang menamakan diri 'KAMI Medan'. Khairi disebut menjadi admin di grup itu.

Setelah grup itu terbentuk, mulai muncul pembahasan soal demo terkait penolakan terhadap pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja. Khairi disebut mendukung rencana aksi yang dilakukan mahasiswa di DPRD Sumut, Medan, pada Kamis (8/10/2020).

Jaksa mengatakan Khairi mengirim pesan kepada sesama anggota grup 'KAMI Medan' pada Kamis (8/10/2020) pagi. Pesannya adalah 'Bagi kawan-kawan yang akan mengikuti Aksi Demo di DPRD Sumut, carilah titik kumpul yang aman dan jangan terpisah dari kawan kawan'.

Jaksa kemudian menyebut Khairi kembali menulis pesan di grup tersebut yang isinya: 'Gawat x ah... Wercok ini... Baru lagi saya dapat telpon mengingatkan,,, kalau KAMI dan PETA jangan turun aksi.... Paranoid ini saya pikir... Bahkan melarang saya hadir ke sana... Saya jawab.... Kelen aja lah yang jangan kesana.... Aku kerja dan cari makan di gedung DPRD Sumut sejak 2004'.

Saksikan juga 'Didakwa Sebarkan Berita Hoax, Petinggi KAMI Jumhur Ajukan Eksepsi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2