KNKT Tegaskan Investigasi SJ182 Belum Usai, Pencarian CVR Masih Lanjut

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 15:46 WIB
Prajurit TNI AL bersandar di kawasan Posko Darurat Sriwijaya Air, JICT Jakarta Utara, Senin (18/1).
Proses evakuasi Sriwijaya Air SJ182 (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan preliminary report atau laporan pendahuluan terkait tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. KNKT mengungkap investigasi terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih akan berlanjut, dan pencarian CVR juga masih terus dilakukan.

"Investigasi belum selesai, dan cockpit voice recorder atau CSMU dari CVR ini belum ditemukan, dan KNKT masih melakukan upaya pencarian dengan berbasis di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu," kata Kepala Subkomite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers yang disiarkan secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Pencarian CVR masih akan terus dilakukan dengan bantuan Basarnas dan penyelam di Kepulauan Seribu. Selain itu, KNKT akan melakukan investigasi lebih lanjut dan beberapa komponen yang terkait dengan sistem sistem yang terlihat mengalami gangguan, yaitu ground proximity warning system (GPWS), yang berhasil ditemukan dari lokasi kecelakaan.

"Kemudian juga terkait komponen-komponen yang terkait autothrottle yang terpasang di pesawat dan bagaimana proses perawatan selama ini yang telah dilakukan," kata Nurcahyo.

Selain itu, KNKT akan melakukan investigasi dan pendalaman terkait faktor manusia dan faktor organisasi dalam kecelakaan Sriwijaya Air SJ182. Nurcahyo menyebut laporan awal KNKT ini dapat diunduh di website knkt.dephub.go.id/knkt.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil investigasi awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC di perairan Kepulauan Seribu. Sebelum Sriwijaya Air SJ182 jatuh, tuas mesin (throttle) sebelah kiri pesawat tiga kali bergerak mundur.

Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo menerangkan pertama kali tuas kiri Sriwijaya Air SJ182 bergerak mundur terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas pada 9 Januari 2021. Sriwijaya Air SJ182 memuat 2 pilot, 4 awak kabin, dan 56 penumpang.

"Setelah tinggal landas, pesawat ini mengikuti jalur penerbangan yang ditentukan, yang diberikan nama ABASA 2D. Kemudian FDR mencatat bahwa pada ketinggian kira-kira 1.980 kaki, autopilotnya mulai aktif atau engage. Pesawat terus naik dan pada ketinggian kira-kira 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur dan tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang," ujar Nurcahyo dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Tonton juga Video: KNKT Pastikan Sriwijaya Air SJ182 Tak Meledak Sebelum Membentur Air

[Gambas:Video 20detik]



(yld/bar)