KNKT: Autopilot SJ182 Tak Aktif Saat Ketinggian Pesawat Mulai Turun

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 15:25 WIB
Turbin pesawat Sriwijaya Air SJ182 berhasil ditemukan. Potongan mesin pesawat jenis Boeing 737-500 tersebut diangkat dengan crane milik KRI Cucut-866.
Turbin Sriwijaya Air SJ182 (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Detik-detik terakhir pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebelum jatuh terungkap lewat rekaman flight data recorder (FDR). Sistem autopilot pesawat mati saat ketinggian pesawat berkurang.

Komunikasi terakhir pilot Sriwijaya Air SJ182 dan petugas air traffic controller (ATC) pada 9 Januari 2021 itu terekam hingga pukul 14.39.59 WIB. Setelah itu, kondisi terakhir pesawat dengan nomor registrasi itu diketahui dari rekaman FDR.

Pada pukul 14.40.05 WIB, FDR merekam ketinggian tertinggi pesawat adalah 10.900 kaki. Lalu ketinggian pesawat terus berkurang.

"Setelah ketinggian itu, pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif atau disengage, arah pesawat saat itu 016 derajat. Sikap pesawat, hidungnya pada posisi naik atau pitch up dan pesawat mulai miring ke kiri atau roll ke kiri. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri berkurang sedangkan yang kanan tetap," papar Ketua Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers virtual, Rabu (10/2/2021).

Pada pukul 14.40.10 WIB, FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage). Sikap pesawat yang tadinya pitch up berubah jadi pitch down atau menunduk.

"Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data," katanya.

Penerbangan ini diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin, dan membawa 56 penumpang. Saat ini operasi SAR telah ditutup tapi KNKT masih mencari memori cockpit voice recorder (CVR).

Lihat Video: KNKT Pastikan Sriwijaya Air SJ182 Tak Meledak Sebelum Membentur Air

[Gambas:Video 20detik]



(imk/bar)