Pangdam Jaya Pimpin Apel Kesiapan Vaksinator TNI, Disebar ke Ribuan Desa

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 09:31 WIB
Apel persiapan vaksinator TNI (Fathan/detikcom)
Apel Persiapan Vaksinator TNI (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Kodam Jaya melaksanakan apel gelar kesiapan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pantauan detikcom, Rabu (10/2/2021), di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, kegiatan apel gelar kesiapan ini dimulai pukul 08.00 WIB. Gelar apel ini diikuti oleh Kasdam Jaya dan Asisten. Kemudian, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo turut hadir dengan didampingi pejabat utama Polda Metro Jaya.

"Kodam Jaya Jayakarta dan Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan untuk tenaga vaksinator dan tracer COVID-19," ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (10/2/2021).

"Tujuannya untuk meningkatkan peran serta jajaran Kodam dan Polda dalam kepedulian pencegahan penyebaran COVID-19 dengan melaksanakan instruksi Presiden dalam pelaksanaan PPKM," lanjutnya.

Nantinya tenaga vaksinator akan disebar ke ribuan desa di Jawa ataupun di Bali. Diketahui vaksinator tersebut akan disebar ke 23 ribu desa.

"TNI-polri sendiri yang bergerak. Tetap yang dikedepankan dinas kesehatan. Kita hanya mendampingi, tetapi kita pun mendampingi punya keahlian," jelas Dudung.

Apel persiapan vaksinator TNI (Fathan/detikcom)Apel persiapan vaksinator TNI. (Fathan/detikcom)

Tenaga vaksinator TNI-Polri juga telah diberi bekal pelatihan medis. Vaksinator yang disebar ke desa-desa dinilai telah menguasai vaksinasi.

"Nantinya bagi tenaga vaksinator dan tracker TNI akan diadakan lanjutan dengan pelatihan atau training of trainer (TOT) diikuti seluruh anggota Babinsa," imbuh Dudung.

Menurut Dudung, para Babinsa dan Babinkamtibmas juga akan turun ke masyarakat. Dia berujar, Babinsa dan Babinkamtibmas akan melakukan sosialisasi terkait program 3T dan 3M.

"Mereka akan diberikan SOP sesuai apa yang dilaksanakan di daerah masing-masing dan perkembangan yang ada di wilayah setempat. Tentunya akan berbeda petugas yang ada di zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah," tutur Dudung.

"Kedua hal tersebut penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Hindari ragu-ragu, profesional, sopan dan santun saat menegur masyarakat," kata Dudung.

Seusai memimpin gelar apel, Dudung mendatangi peserta apel. Dia melakukan pengecekan terhadap tenaga vaksinator dan tracer COVID-19 yang nantinya akan terjun ke masyarakat.

(isa/isa)