Hukuman Berlapis untuk Polisi di Tewasnya Deki 'Golok' dan Herman

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 23:02 WIB
Mapolsek Sungai Pagu Solok Selatan diserang sekelompok massa, Rabu (27/1/2021).
Foto: Istimewa
Jakarta -

Perlahan misteri kematian Herman dan Deki 'Golok' mulai terungkap. Polisi telah menetapkan tersangka terkait tewasnya dua orang itu.

Keduanya diduga tewas akibat kelalaian dari petugas polisi. Anggota polisi yang diduga terlibat kini terancam hukuman pidana.

Dirangkum detikcom, Selasa (9/2/2021), peristiwa tewas Herman dan Deki 'Golok' di tangan polisi sempat membuat geger.

Herman diduga tewas setelah beberapa hari setelah ditangkap Polresta Balikpapan karena terlibat kasus pencurian handphone. Sedangkan Deki 'Golok' tewas karena ditembak petugas Satreskrim Polres Solok Selatan, Rabu (27/1) silam.

Peristiwa kematian Herman dan Deki 'Golok' kini ditangani kepolisian dari daerah masing-masing. Kasus kematian Herman ditangani Polda Kalimantan Timur, sementara kasus Deki 'Golok' ditangani Polda Sumatera Barat.

Dalam kasus kematian Herman, enam anggota Polresta Balikpapan ditetapkan menjadi tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Herman hingga meninggal dunia. Enam polisi tersebut dijerat pidana dan sanksi etik.

"Kita sudah mendapatkan saksi 7 orang dan kemudian kita melakukan juga keterangan tersangka. Ada enam (anggota Polresta Balikpapan). Jadi tersangka ini kita kenakan pidana dan kode etik. Anggota kepolisian yang melakukan penganiayaan mengakibatkan (Herman) meninggal tersangka pencurian dengan pemberatan ini kita kenai pidana dan kode etik," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/2/2021).

Argo menjelaskan keenam tersangka dimutasi ke Yanma Polda Kaltim untuk memudahkan proses pemeriksaan. Mereka juga dicopot dari jabatan masing-masing.

Kasus tewasnya Herman ini bermula ketika Unit Opsnal Reskrim Polresta Balikpapan beranggotakan enam orang yang dipimpin oleh Iptu RH selaku kanitnya menangkap Herman. Saat menangkap dan membawa ke kantor polisi, keenam orang itu diduga melakukan penganiayaan terhadap Herman. Herman kemudian meninggal dunia.

"Kasus yang ada di Balikpapan, Kaltim, yaitu ada tersangka pencurian dengan pemberatan itu atas nama tersangkanya Herman ini kena Pasal 363 KUHP. Tersangka ini ditangkap oleh Unit Opsnal Reskrim Polresta Balikpapan, yaitu pada tanggal 2 Desember 2020, sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah tersangka ditangkap, kemudian dibawa ke kantor polisi. Di Polresta Balikpapan oleh satu unit opsnal ada enam orang, yang dipimpin oleh seorang iptu, kanitnya. Kemudian, terjadilah dugaan penganiayaan sehingga mengakibatkan tersangka pencurian dengan pemberatan ini meninggal dunia," papar Argo.

Lalu bagaimana dengan penanganan kasus tewas Deki 'Golok'? Berita selengkapnya di halaman berikutnya>>

Selanjutnya
Halaman
1 2