Brigadir KR Jadi Tersangka Penembak Deki 'Golok', Terancam Pidana

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 15:55 WIB
Pihak keluarga angkat bicara soal penembakan terhadap Deki Golok diduga memicu perusakan terhadap Mapolsek Sungai Pagu Solok Selatan (Jeka Kampai/detikcom)
Pihak keluarga angkat bicara soal penembakan terhadap Deki 'Golok' diduga memicu perusakan terhadap Mapolsek Sungai Pagu Solok Selatan. (Jeka Kampai/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah memberikan sanksi kepada anggota Polres Solok Selatan yang terlibat dalam kematian Deki 'Golok'. Pasalnya, Deki 'Golok' yang merupakan tersangka kasus perjudian ditembak polisi dalam sebuah momen penangkapan.

"Penembakan oleh anggota di Solok Polda Sumbar. Tentunya, kasus itu terjadi pada hari Rabu pada 27 Januari tahun 2021 sekitar jam 14.30 WIB. Ya tentunya dengan adanya penembakan terhadap pelaku tersangka DPO, tentunya dari pihak kepolisian terutama yang melakukan penangkapan kemudian melakukan penembakan itu, tetap kita berikan sanksi," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/2/2021).

Argo mengatakan anggota polisi itu disanksi karena telah membuat nyawa seseorang melayang. Semua polisi yang terlibat dalam penangkapan Deki 'Golok' dikenai sanksi.

"Karena telah menghilangkan nyawa orang, tentu sanksi itu adalah sanksi pidana dan sanksi etik," ucap Argo.

Argo membeberkan polisi yang menembak Deki 'Golok' merupakan brigadir berinisial KR. Atas perbuatannya itu, KR dikenai Pasal 351 ayat (3) KUHP yang berbunyi, 'jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun'.

"Pertama untuk tersangka brigadir KR, itu yang sebagai pelaku penembakan, kita lakukan tindakan pemeriksaan pidana. Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP. Saat ini yang bersangkutan tersangka brigadir KR ini sudah dilakukan penahanan di Direktorat Reserse Umum (Polda Sumbar) pada tanggal 31 Januari 2021," paparnya.

"Terus temannya bagaimana yang ikut satu tim, itu ada 5 orang. Itu juga kita kenakan kode etik. Ini itu yang dilakukan oleh kepolisian dan kita transparan, ini sudah kita sampaikan sebenarnya tapi kita ulang kembali. Bahwa anggota di Solok, Polda Sumbar sudah kita lakukan penindakan," tegas Argo.

Deki 'Golok' tewas karena ditembak petugas Satreskrim Polres Solok Selatan, Rabu (27/1) silam. Kematian DPO kasus perjudian itu kemudian memicu amuk massa yang menyerang Mapolsek Sungai Pagu, Solok Selatan.

Wakapolda Sumatera Barat (Sumbar) Brigjen Edi Mardianto mengunjungi keluarga Deki 'Golok' dan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam. Brigjen Edi memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

"Untuk proses selanjutnya, akan diproses dan yang bersangkutan sudah ditahan di Mapolda Sumbar," kata dia.

Simak juga Video: Mahasiswa Kendari Tewas Tertembak, Brigadir AM Divonis 4 Tahun Bui

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/jbr)