Propam Cek SOP Polisi Penangkap Deki 'Golok' Usai Polsek Sungai Pagu Diserang

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 16:10 WIB
Mapolsek Sungai Pagu Solok Selatan Sumbar Diserang Sejumlah Massa.
Mapolsek Sungai Pagu Solok Selatan Sumbar Diserang Sejumlah Massa. (Foto: Istimewa)
Solok Selatan -

Beredar video yang memperlihatkan momen penangkapan Deki 'Golok' yang diduga memicu penyerangan Polsek Sungai Pagu Solok Selatan. Video itu juga memperlihatkan tindakan tegas petugas polisi yang menembak Deki lantaran diduga hendak menyerang petugas.

Ada dua potongan video yang beredar dan memperlihatkan situasi beberapa saat setelah polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak Deki Golok. Video itu masing-masing berdurasi 1 menit 29 detik dan 1 menit 27 detik.

"Den rekam, mati laki den dek ang, (Saya rekam. Suami saya mati karenamu)," kata suara perempuan dalam video yang dilihat, Jumat (29/1/2021).

"Aden ko ka diantak e jo pisau. Tu mati den beko, (Dia mau menusuk saya pakai pisau. Bisa mati saya)," kata pria bertubuh besar yang diduga merupakan polisi.

Diketahui Deki Golok masuk daftar buron Satreskrim Polres Solok Selatan. Dia tersangka kasus perjudian.

Seorang wanita yang diketahui istri dari Deki langsung meminta agar tubuh suaminya dibawa ke rumah sakit (RS). Dia juga membantah suaminya hendak menyerang petugas.

"Ang kecek-an DPO maliang laki den. DPO bahampok laki den nyo...k alau mati laki den, den tuntuik ang sadonyo. (Kamu pikir suami saya maling? Suami saya DPO perjudian. Kalau dia mati, saya tuntut kalian semua)" ujar sang istri sambil menangis. Masih dalam video itu, sejumlah pria kemudian menggotong jasad Deki hingga ke dalam mobil.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu mengatakan tim Propam Polda sudah turun melakukan penyelidikan. Polisi akan memeriksa anggotanya yang melakukan penangkapan terhadap Deki.

"Jadi berkaitan dengan yang terjadi di Polsek Sungai Pagu, telah dilakukan mediasi dengan pejabat dan tokoh masyarakat di sana dan warga. Pertemuan menghasilkan beberapa poin. Antara lain terhadap petugas yang melakukan penangkapan agar dilakukan pemeriksaan apakah ada kesalahan prosedur atau tidak," kata Satake kepada detikcom.

Diketahui peristiwa itu terjadi Rabu (27/1). Deki dinyatakan tewas setelah sempat dibawa ke RS terdekat. Kematian Deki diduga jadi pemicu munculnya amuk massa ke Polsek Sungai Pagu Solok Selatan.

"Aksi massa dilakukan beberapa saat setelah penangkapan salah seorang warga bernama Deki Golok di Muaralabuh. Deki Golok masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama ini dalam sejumlah kasus. Tadi, ketika mau diamankan, tersangka menyerang anggota pakai golok, anggota kita luka. Karena dia melawan petugas, terpaksa kita lumpuhkan," jelas Kapolres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto.

Polda Sumbar masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk mengkaji ada tidaknya kesalahan prosedur pada proses penangkapan Deki. Menurut Satake, polisi berupaya membuka kembali jalan yang sempat diblokade warga, serta dilakukan proses hukum terhadap pelaku penyerangan Mapolsek.

(idn/idn)