Bali Mulai Vaksinasi COVID Nakes Usia 60 Tahun ke Atas, Ada 395 Sasaran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 14:12 WIB
RSUP Sanglah, Denpasar, Bali (Angga Riza/detikcom)
RSUP Sanglah, Denpasar, Bali (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) usia 60 tahun ke atas. Kegiatan vaksinasi ini diawali dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.

"Ya sudah dimulai, kemarin (RSUP) Sanglah sudah memulai," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan usia 60 tahun ke atas sama dengan vaksinasi pada umumnya. Perbedaannya semata pada faktor usia. Sebelum divaksin, mereka dilakukan screening terlebih dahulu. Setelah itu, jika lolos screening, baru dilakukan vaksinasi.

Suarjaya menuturkan sasaran vaksinasi untuk tenaga kesehatan usia 60 tahun ke atas di Bali ada 395 orang. Jumlah tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Pulau Dewata.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian RSUP Sanglah, Denpasar, Ketut Surya Negara membenarkan pihaknya sudah melakukan vaksinasi tenaga kesehatan usia 60 tahun ke atas. Hal ini sesuai dengan keterangan pers dari Menteri Kesehatan dan langsung ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan rekomendasi.

"Jadi sudah direkomendasikan untuk nakes lebih dari 60 tahun. Jadi, menindaklanjuti rekomendasi tersebut, kita di Rumah Sakit Sanglah sudah mulai melakukan vaksinasi di atas umur 60 tahun," kata Surya Negara dalam rekaman video yang diterima detikcom dari Humas RSUP Sanglah Denpasar.

Menurutnya, di RSUP Sanglah, Denpasar, terdapat sebanyak 57 orang tenaga kesehatan yang berada di usia 60 tahun ke atas. Selain itu, RSUP Sanglah memiliki 2.874 orang sasaran vaksinasi di luar usia 60 tahun ke atas. Jumlah ini terdiri atas tenaga administrasi, tenaga medis, maupun paramedis. Sasaran vaksinasi ini semuanya telah tercapai.

Selanjutnya, kata Surya Negara, pihaknya di RSUP Sanglah sedang memulai vaksinasi untuk program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan relawan atau tenaga kesehatan yang direkrut secara mandiri untuk membantu pelayanan COVID-19.

"Karena kita dituntut untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur, jadi kita butuh tenaga perawat yang lebih lagi sehingga kita diperkenankan merekrut mandiri," jelas Surya Negara.

Simak juga Video: Prioritas Vaksin Corona: Petugas Kesehatan, Lalu Warga Jawa-Bali

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)