NasDem Analisis Penyebab Banjir Jakarta, Belum Dinormalisasi hingga Sampah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 06:18 WIB
Politikus NasDem Nova Harivan Paloh dilantik jadi angora DPRD DKI Jakarta.
Foto: Politikus NasDem Nova Harivan Paloh dilantik jadi angora DPRD DKI Jakarta. (Fida-detikcom)
Jakarta -

NasDem DKI Jakarta menilai ada sejumlah faktor penyebab banjir di Ibu Kota awal Februari ini. Menurut NasDem, beberapa faktor penyebab banjir di awal Februari ini adalah penyelesaian normalisasi sungai hingga masalah sampah.

"Memang banjir di bawah komisi saya, saya Wakil Ketua Komisi D. Memang beberapa waktu lalu terkait dengan APBD Perubahan, kebetulan dari Dinas SDA itu pendapatan anggaran dari PEN senilai Rp 1 triliun itu untuk masalah, satu kelanjutan normalisasi atau naturalisasi. Yang kedua masalah pompa beberapa wilayah. Ketiga masalah penyelesaian waduk," kata kata Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh, kepada wartawan, Senin (7/2/2021).

Nova mengaku telah meninjau lokasi banjir di Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Dia kemudian mengungkap penyebab banjir itu.

"Nah tetapi saya juga cek di Pejaten Timur ternyata masih belum selesai ini masalahnya. Jadi beberapa rumah warga masalah penyelesaian normalisasi atau naturalisasi pembebasan hak untuk warga itu belum selesai. Ini aturan ini sepertinya di 2020 tidak ada alokasi dana untuk banjir, karena istilahnya mengalami benar-benar untuk penanganan COVID," tutur dia.

Nova menjelaskan pada 2021 ini DKI Jakarta memiliki anggaran Rp 1 triliun dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk penanganan banjir. Dia meminta agar penanganan banjir ini dituntaskan.

"Tetapi artinya saya menyarankan juga dari APBD Perubahan di 2020 maupun di 2021 dapat dana PEN Rp 3 triliun lagi. Saya rasa bahwa benar-benar harus fokus bagaimana PR (pekerjaan rumah) 2020 harus selesai, bagaimana penanganan banjir ini," tutur Nova.

Selain itu, Nova juga menyoroti masalah sampah. Dia mengatakan sampah juga berasal dari hulu sehingga perlu diatasi.

"Kedua saya cek juga masalah sampah juga masih belum terselesaikan. Nah ini kaitannya sampah di beberapa wilayah ya. Misalnya di Ciliwung itu kan dari hulu sampai ke bawah, memang ada rencana Pemprov dari Dinas LH juga ingin membuat suatu jaring untuk sampah gitu kan. Itu yang baru kita selesaikan, itu di APBD 2021. Ini memang belum ada sama sekali kan, karena belum ada proses lelang dan lain-lain. Banyak progres kerjaan ini belum maksimal, karena terkait dengan masalah PR-PR yang lama," katanya.

Simak video 'Curhat Pengungsi Banjir Kampung Melayu, Butuh Makanan hingga Selimut':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2