ADVERTISEMENT

Catut Maskapai Penerbangan, Pria Perias Pengantin Tipu Teman Sekolah

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 13:47 WIB
Polres Bandara Soetta Tangkap Pelaku Penipuan Modus Tawarkan Pekerjaan.
Polres Bandara Soetta Tangkap Pelaku Penipuan Modus Tawarkan Pekerjaan. (Azhar/detikcom)
Tangerang -

Polisi menangkap seorang pria inisial NAP yang melakukan penipuan terhadap sejumlah korban. NAP menipu korban dengan modus tawarkan lowongan pekerjaan yang mencatut nama maskapai penerbangan.

"Pada tanggal 11 Januari 2021 kemarin, kami mendapat laporan dari masyarakat yang merasa menjadi korban. Korban dari adanya rekrutmen untuk petugas front office, ticketing dan check-in counter sebuah maskapai," kata Kasat Reskrim Bandara Soekarno Hatta Kompol Alexander Yurikho, di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta Utara, kepada wartawan, Senin (8/2/2021).

Kasus ini bermula ketika NAP menawarkan lowongan pekerjaan kepada korban Andiansyah yang merupakan teman sekolahnya dulu. Peristiwa itu terjadi pada November 2020 lalu.

"Tersangka mengajak korban dan suami korban untuk bekerja sebagai petugas counter check-in di maskapai penerbangan agar diterima, keduanya (korban dan suami korban) dimintakan uang secara bertahap dengan total Rp 34.637.700 untuk keperluan biaya masuk kerja, seragam kerja dan uang training," jelas Alex.

Untuk menghindari kecurigaan korban, NAP kemudian 'mempekerjakan' kedua korban secara daring. Pelaku beralasan tidak memasukkan korban ke kantor karena masih menerapkan work from home (WFH).

"Dengan diyakinkan bahwa pertengahan Desember 2020, tersangka memberitahu kepada korban bahwa mereka sudah bekerja. Tapi masih tetep sistem WFH karena pandemi Covid," tutur Alex.

Selain pasutri ini, ada 4 korban lainnya yang tertipu. Mereka semua dimasukkan ke dalam sebuah grup oleh tersangka untuk koordinasi, absensi dan lainnya.

Grup itu dibuat sendiri oleh sosok bernama C yang disebut tersangka sebagai manager. Padahal sosok 'C' itu adalah tersangka sendiri.

"Itu dibuktikan dengan mereka tergabung dalam grup WA. Di mana dibuatkan oleh tersangka sesosok bernama saudara C. Yang diceritakan oleh tersangka kepada korban bahwa C adalah salah satu manager," katanya.

"Dituliskan absensi pagi, siang, malam. Termasuk shareloc dan ID, kode ID. Kode ID oleh tersangka dibuat sekarang-karangnya. C, salah satu manager, itu orangnya tidak ada, rekaan dari tersangka NAP saja," katanya.

Namun belakangan korban curiga hingga akhirnya lapor ke Polres Bandara Seokarno-Hatta. Polisi menyelidiki kasus itu dan menangkap pelaku.

"Pelaku ditangkap di Wisma Garuda, Jl Duri Kosambi 28D, Jakarta Barat pada Rabu, 13 Januari 2021. Profesi sehari-sehari penata rias pengantin," tuturnya.

Atas tindakannya itu, tersangka dikenai ancaman Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP. Tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 4 tahun.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT