KPAI: Hukuman Guru Olahraga Blitar yang Setubuhi Murid Harus Diperberat

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 05:41 WIB
Rita Pranawati
Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Guru olahraga SMPN di Kecamatan Doko, Blitar, berinisial BR (39) menjadi tersangka kasus pencabulan karena menyetubuhi muridnya sebanyak 11 kali. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta hukuman terhadap pelaku nantinya diperberat.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menjelaskan alasan mengapa hukuman pelaku harus diperberat. Menurutnya, kejadian pencabulan itu terjadi di lingkungan pendidikan dan pelaku adalah guru yang seharusnya melindungi anak muridnya.

"Harusnya kan guru, ya harusnya melindungi anak, di satuan pendidikan itu kan jelas di Undang-Undang Perlindungan Anak. Saya sih usul ada pemberatan hukuman, karena ini ada di satuan pendidikan dan dia adalah salah satu penanggungjawab. Jadi sepertiga (hukuman) tambahannya dari tuntutannya," kata Rita kepada wartawan, Minggu (7/2/2021).

Rita tak heran dengan modus pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya. Dia menilai para pelaku kekerasan seksual terhadap anak memang selalu memakai rayuan dan iming-iming.

"Motif-motif ini kan selalu dipake merayu, terus kemudian menjadi atlet diiming-imingin," ucapnya.

Lebih jauh, dia berbicara mengenai pentingnya sosialisasi kepada anak terkait kesehatan reproduksi. Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah kejadian-kejadian serupa dapat terus terulang.

"Makannya kemudian sosialisasi terkait dengan kepada anak ya kesehatan reproduksi, mengenai bagian mana yang boleh dan tidak disentuh itu hal yang penting. Sehingga kasus seperti ini tidak terjadi," katanya.

Simak juga video 'Bejat! Guru Honorer di Pinrang Tega Cabuli Siswi di Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



Kapan kejadian ini terjadi? Simak di halaman berikutnya: