KPK Buka Penyelidikan Baru Usut Pengadaan Barang-Jasa Kasus Korupsi Bansos

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 20:45 WIB
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto (Wilda/detikcom)
Jakarta -

KPK akan membuka penyelidikan baru terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19. Penyelidikan baru dilakukan untuk mengusut pengadaan barang dan jasa.

"Kemudian memang kemarin, saya sudah perintahkan kepada tim sidik yang sekarang menangani suapnya. Semua hasil laporan yang sudah ada yang kira-kira mengarah ke tersangka baru, kita kembalikan ke penyelidikan dulu untuk melakukan penyelidikan secara terbuka terhadap pengadaan barang dan jasanya," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2021).

Karyoto menyebut KPK akan mengkaji semua temuan dan informasi dari perkembangan kasus korupsi bansos. Dia mengungkap KPK akan menyelidiki bagaimana cara mendapat vendor mendapat proyek, siapa dibalik pelaksana vendor, hingga harganya.

"Apakah ada kewajaran harga dan lain-lain. Karena kalau memang ruwet, ruwet, ruwet, tapi akhirnya tidak ada kerugian negara, tidak ada suap, atau kita tak bisa buktikan suapnya, kita juga tak bisa tentukan tersangka baru," ucap Karyoto.

"Jadi dikembalikan, ditarik ke belakang terharap informasi-informasi yang kita dapat. Seperti tadi hasil rekonstruksi, terus kemudian kisaran suara ini.... Kita tarik ke belakang, kita mulai lagi dengan pengadaan barang dan jasa," tambahnya.

Selain itu, KPK juga mencari tahu bagaimana sembako bansos itu dikemas, dan bagaimana proses suapnya. Karyoto menyebut itu akan terungkap dalam penyelidikan baru.

"Nah itu kan ada anggaran bansos berupa... kontraknya siapa, yang melaksanakan siapa, terus bagaimana pemenuhan terhadap kontrak, harganya berapa, kecuali ada pencurian dari kualitas dan apa nanti akan ketahuan di situ," katanya.

Seperti diketahui, KPK telah menggelar rekonstruksi kasus korupsi bansos Corona. Dalam rekonstruksi itu mencuat nama anggota DPR RI Fraksi PDIP Ihsan Yunus. Ihsan memeragakan bertemu dengan tersangka Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos).

Simak video 'Tersangka Suap Dana Bansos Habiskan Rp 50 Juta Untuk Karaoke':

[Gambas:Video 20detik]



Seperti apa rekonstruksinya, simak di halaman berikut

Selanjutnya
Halaman
1 2