Saksi Sebut Menantu Nurhadi Pinjam Rp 10 M Terkait Perkara

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 17:39 WIB
Sidang di PN Tipikor (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom).
Sidang di PN Tipikor (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Saksi bernama Iwan Cendekia Liman dihadirkan jaksa KPK dalam perkara suap dengan terdakwa Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. Iwan yang disebut saksi berlatar belakang swasta ini menyebut menantu mantan Sekretaris MA Nurhadi, Rezky Herbiyono, pernah meminjam uang untuk pengurusan perkara.

Hal itu disampaikan Iwan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/2/2021). Iwan menyatakan uang tersebut digunakan untuk keperluan pengurusan perkara perusahaan PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

"Ada perkara antara PT KBN vs PT MIT yang membutuhkan dana Rp 10 miliar. Saya langsung mentransfer ke rekening Rezky," ujar Iwan dalam sidang dengan terdakwa Hiendra.

Awal mula pinjaman uang Rp 10 miliar itu dijelaskan Iwan saat pertemuannya dengan Rezky pada Juni 2015. Iwan menerangkan alasan memberikan pinjaman karena dia dijanjikan sejumlah jaminan oleh Rezky berupa 8 lembar cek PT MIT senilai Rp 81 miliar dan 3 lembar cek Bank Bukopin.

"Pinjaman kan cuma Rp 10 miliar, kok jaminan sampai Rp 81 miliar?" tanya jaksa.

"Karena saudara Rezky menjanjikan kepada saya akan mengembalikan dari denda yang dibayarkan dari PT KBN kepada PT MIT Rp 81 miliar. Itu dibagi 70:30, 70 persen untuk saya dan 30 persen untuk Rezky Herbiyono," jawab Iwan.

Setelah mentransfer uangnya, Iwan terus mencari tahu kebenaran kasus sewa-menyewa depo kontainer yang nantinya bisa dimenangkan oleh PT MIT, termasuk menemui Nurhadi.

"Selesai acara di ulang tahun Pak Nurhadi dan bulan puasa Juni 2015, keesokan harinya saya sempat bertemu dengan Nurhadi (di Hang Lekir) tapi nggak menyampaikan secara spesifik. Tapi, Rezky menyampaikan kepada saya, 'Tenang aja, perkara yang ditangani aman'. Perkara PT MIT vs PT KBN," ucap Iwan.

Namun, Iwan mengatakan pinjaman itu tak kunjung dilunasi Rezky. "Jaminan belum saya eksekusi karena Rezky minta waktu terus," ujarnya.

Iwan menyatakan kerap menagih penggantian uang tersebut dalam beberapa pertemuan dengan Rezky. Dia juga mengaku sempat mencairkan cek tapi gagal.

"Pencairan pertama saya cairkan Rp 10 miliar, tapi keterangan enggak ada dana, sehingga mengalami penolakan, 2016 seingat saya," terang Iwan.

Dalam sidang ini, Hiendra Soenjoto didakwa memberi suap kepada Nurhadi sebesar Rp 45,7 miliar. Suap diberikan agar Nurhadi mengurus perkara Hiendra tingkat Pengadilan Negeri hingga MA.

Jaksa mengatakan Nurhadi menerima uang dari Hiendra melalui menantunya, Rezky Herbiyono. Suap diberikan agar Nurhadi mengurus perkara gugatan Hiendra melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan gugatan melawan Azhar Umar.

Atas dasar itu, Hiendra didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Simak Video: Menantu Nurhadi Positif Corona, Sidang Suap Gratifikasi Perkara MA Ditunda

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)