Eksepsi Hiendra Soenjoto Tak Diterima, Sidang Dilanjutkan Pemeriksaan Saksi

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 11:31 WIB
Sidang kasus suap Hiendra Soenjoto (Foto: Luqman/detikcom)
Foto: Sidang kasus suap Hiendra Soenjoto (Foto: Luqman/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim tidak menerima nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. Persidangan perkara suap Hiendra kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, pun dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

"Menyatakan eksepsi penasihat hukum terdakwa Hiendra Soenjoto tidak dapat diterima," kata hakim ketua Saifudin Zuhri saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2021).

Selanjutnya, hakim memerintahkan jaksa penuntut umum melanjutkan pemeriksaan pokok perkara tersebut. Pemeriksaan saksi disepakati akan dilaksanakan Jumat (5/2/2021).

"Apabila hari Jumat, kami siap hadirkan 3 orang saksi, Yang Mulia," ucap jaksa Wawan Yunarwanto.

"Kita tunda pemeriksaan perkara untuk mendengarkan saksi-saksi, hari Jumat tanggal 5 Februari 2021 pukul 13.30 setelah salat Jumat. Sidang dinyatakan selesai dan ditutup," ucap hakim kemudian menutup persidangan.

Dalam perkara ini, Hiendra Soenjoto didakwa memberi suap kepada Nurhadi sebesar Rp 45,7 miliar. Suap diberikan agar Nurhadi mengurus perkara Hiendra tingkat Pengadilan Negeri hingga MA.

Jaksa mengatakan Nurhadi menerima uang dari Hiendra melalui menantunya, Rezky Herbiyono. Suap diberikan agar Nurhadi mengurus perkara gugatan Hiendra melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) dan gugatan melawan Azhar Umar.

Atas dasar itu, Hiendra didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (mae/mae)