124 Korban Gempa Sulbar Ditangani Tim Medis RS Lapangan Dukungan KSAD

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 11:21 WIB
RS darurat TNI AD di Mamuju membantu persalinan ibu hamil korban gempa Sulbar (Abdy/detikcom).
Foto: RS lapangan TNI AD di Mamuju membantu persalinan ibu hamil korban gempa Sulbar (Abdy/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menggelar video conference (vicon) untuk mengawal kegiatan pelayanan TNI AD di rumah sakit (RS) lapangan TNI AD di Sulawesi Barat (Sulbar). Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka mengatakan sudah ada 124 warga yang diberikan pelayanan kesehatan oleh tim medis dari RS lapangan.

"Sedikit gambaran, Bapak KSAD, tentang gelar rumah sakit lapangan yang saat ini sudah berfungsi. Pasien yang saat ini sudah dilayani mulai berdirinya sampai saat ini ada berjumlah 124 orang," lapor Andi kepada Andika melalui vicon, seperti dilihat detikcom di Youtube TNI AD, Jumat (5/2/2021).

Video jalannya vicon ini diunggah di Youtube TNI AD 18 jam lalu. Jenderal Andika memimpin vicon didampingi para pejabat utama TNI AD.

Andi kemudian melanjutkan laporannya perihal penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang mulai dirasakan warga. Namun sejak didirikan hingga kemarin, Kamis (4/2), belum ada pasien yang memerlukan tindakan operasi, yang datang ke RS lapangan TNI AD ini.

"Sedangkan operasi sampai saat ini belum ada, tapi ke depan ini pasti akan banyak, terutama yang penyakit ISPA. Bisa jadi RS yang saat ini digelar pemerintah daerah saat ini akan dipindahkan semua berada di tempat kita, Bapak KSAD," sambung Andi.

Andi menyampaikan warga korban gempa Sulbar yang saat ini berada di RS milik pemda, diprediksi akan dialihkan ke RS lapangan TNI AD. Hal tersebut disebabkan terbatasnya kemampuan penanganan RS milik pemda dengan jumlah warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Sekarang pasien-pasien yang ada di RS pemerintah daerah itu nanti pada saatnya, karena di sana kan penanganannya sangat terbatas, Bapak KSAD, sehingga pada saatnya nanti dia akan merujuk ke tempat kita, Bapak KSAD," tutur Andi.

"Karena dia tahu bahwa fasilitas yang kita miliki cukup lengkap terutama mungkin yang kemarin belum bisa sempat dioperasi. Tidak menutup kemungkinan nanti akan dialihkan ke tempat kita, Bapak KSAD," ucap Andi.

Seperti diketahui, RS lapangan TNI AD didirikan atas dukungan Jenderal Andika Perkasa. Gempa di Sulbar terjadi pertengahan Januari lalu. Dua kabupaten di Sulbar yang paling terdampak akibat gempa ini adalah Majene dan Mamuju.

Usai gempa yang meluluhlantakan rumah-rumah warga dan menelan banyak korban jiwa, masih terjadi gempa susulan.

Simak video 'Korban Gempa Mamuju Pilih Bertahan di Pengungsian, Ini Alasannya':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/fjp)