RS Darurat TNI AD Mamuju Tangani Operasi Patah Tulang Korban Gempa

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 21:26 WIB
Operasi patah tulang di RS Lapangan TNI AD Mamuju yang ditangani oleh dr. Agus Wahyudi, Sp OT dari RS TNI AD Ridwan Meuraksa Jakarta
Foto: Pemkab Mamuju
Jakarta -

TNI Angkatan Darat menggelar Rumah Sakit Lapangan Angkatan Darat guna melayani masyarakat korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden Jokowi pada lawatannya ke korban bencana di Mamuju.

Setelah berhasil membantu kelahiran dua bayi, RS Lapangan TNI Angkatan Darat yang dibangun darurat di Korem 142/Tatag ini menggelar operasi patah tulang bagi korban terdampak gempa.

Komandan Batalyon Kesehatan Danyonkes 2 Divisi Infanteri 2 Kostrad Letkol Ckm dr. Ayiq Mahmud, Sp OT mengatakan operasi memakan waktu hingga 3,5 jam. Meski demikian operasi yang ditangani oleh dr. Agus Wahyudi, Sp OT dari RS TNI AD Ridwan Meuraksa Jakarta berjalan lancar dan pasien tengah menjalani pemulihan pascaoperasi.

"Selain melayani masyarakat korban gempa, Yonkes Angkatan Darat juga menggelar operasi patah tulang yang dialami oleh masyarakat setempat yang sudah sepuluh bulan lalu mengalami patah tulang. Sehingga operasi berjalan lebih sulit karena struktur tulang di bahu yang sudah berubah," ujar Ayiq dalam keterangan tertulis, Jumat (29/1/2021).

Lebih lanjut Ayiq menjelaskan pasien awalnya mengetahui RS Lapangan Angkatan Darat memiliki fasilitas kesehatan untuk ortopedi. Ia menambahkan pasien datang ke RS Lapangan Angkatan Darat untuk meminta bantuan karena kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan akibat infrastruktur yang rusak.

Ia pun menegaskan proses perawatan dan tindakan operasi di RS Lapangan Angkatan Darat ini harus dilayani dengan cepat untuk masyarakat. Hal ini sesuai dengan perintah KSAD Jenderal Andika Perkasa.

"Cepat dan tanpa biaya, kami datang untuk masyarakat Mamuju kami memberikan bantuan, kami tidak mau merepotkan aparat dan masyarakat setempat," terangnya.

Ayiq pun mengaku RS darurat milik TNI AD ini memiliki kemampuan setara dengan rumah sakit pada umumnya karena memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap.

Adapun RS Lapangan Angkatan Darat ini bakal berakhir masa tugasnya pada tanggal 13 Februari mendatang. Akan tetapi Ayiq menambahkan bila infrastruktur kesehatan di Mamuju dan Majene belum pulih, operasional RS Lapangan Angkatan Darat bisa diperpanjang masa tugasnya sesuai instruksi dari KSAD.

"Saya sebagai Danyonkes sesuai dengan perintah bapak KSAD, kalau seandainya kami memang masih dibutuhkan kami siap," pungkas Ayiq.

(fhs/ega)