RS Darurat Secapa AD Bandung Rawat 70 Pasien COVID-19

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 15:44 WIB
RS Darurat Secapa AD Bandung
Foto: RS Darurat Secapa AD Bandung (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Rumah sakit darurat COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) sudah berlangsung. Sejauh ini, ada 70 pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS Darurat Secapa AD.

Kepala Penerangan Secapa AD Letkol Jaya Kusuma mengatakan RS Darurat Secapa AD sudah mulai menerima pasien sejak 13 Januari 2021. Sejak awal dibuka, RS Darurat Secapa AD menerima 103 pasien positif COVID-19.

"Namun demikian karena perkembangan yang ada, sekarang sudah dikembalikan atau sembuh kembali ke rumah masing-masing ada 29 orang. Sekarang yang ada di sini sekitar 70 orang yang dirawat," ujar Jaya di Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021).

Jaya menuturkan pasien yang masuk ke RS darurat Secapa AD ini berasal dari sejumlah wilayah di Jabar. Namun sejauh ini kebanyakan dari area Bandung Raya.

"Dan itu juga terdiri dari ada militer dan masyarakat umum. Intinya siapa saja yang memiliki gejala dirawat di sini," kata dia.

Adapun dari 70 orang yang masih dirawat tersebut terdiri dari 50 orang laki-laki dan 20 orang perempuan.

"Pasien yang dirawat di Secapa AD dengan status hijau dan kuning atau gejala ringan," katanya.

Barak-barak prajurit di Secapa AD yang terletak di Hegarmanah, Kota Bandung dikonversi menjadi rumah sakit darurat COVID-19. Rumah sakit tersebut bisa menampung hingga 180 pasien yang memiliki gejala ringan.

Di sana tersedia empat barak yang disediakan, tiga di antaranya menjadi ruang isolasi bagi pasien bergejala ringan dengan kapasitas 60 pasien per barak. Saat ini fasilitas berupa alat kesehatan, tempat tidur dan obat-obatan telah siap digunakan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan fasilitas ini merupakan dukungan TNI AD dalam menanggulangi wabah COVID-19 di Jawa Barat. Pasalnya, saat ini tingkat keterisian tempat tidur di Jabar terus meningkat.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan tingkat keterisian rumah sakit mencapai 77 persen, namun tingkat keterisian tersebut menurun ke angka 60 persen jika digabungkan dengan tempat perawatan dan isolasi non rumah sakit seperti BPSDM di Kota Cimahi.

"Alhamdulillah fasilitas ini diberikan oleh KSAD, oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Andika beserta jajaran, Mayjen Feri selaku Komandan Secapa AD yang sudah menyediakan tempat istimewa ini, dalam rangka kesiapan kita dalam penanggulangan covid, di mana bed occupancy ratio di Jawa Barat memang sedang meningkat, walau pada minggu ini menurun sedikit," ujar Kang Emil di Secapa AD, Selasa (12/1/2021).

(dir/mso)