Mahasiswi UIN Makassar Ungkap Cara Dosen Wajibkan Bawa Bunga Saat Bimbingan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 08:52 WIB
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Viral di media sosial soal mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, diwajibkan oleh oknum dosen pembimbingnya membawa bunga setiap konsultasi skripsi. Sejumlah mahasiswa lalu menumpahkan curahan hatinya, karena kewajiban memberi bunga kepada sang dosen dirasa memberatkan penyelesaian tugas skripsi.

Penelusuran detikcom, oknum dosen di Jurusan Farmasi UIN Alauddin tersebut meminta mahasiswanya membawa bunga saat dihubungi via pesan singkat untuk konsultasi skripsi. Bunga yang dibawa harus sesuai yang dipesan oleh sang dosen. Jika tidak, konsultasi skripsi bisa batal.

"Dia (dosen) chat sendiri, bilang datang meki ke rumah (silakan datang ke rumah) sebentar sudah maghrib nah, tapi, tapi, bawakan ka bunga keladi pink yang besar nah," kata seorang mahasiswi Jurusan Farmasi berusia 22 tahun saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/2/2021).

Menurut mahasiswi yang enggan disebutkan namanya itu, permintaan bunga tersebut membuatnya harus berkeliling Makassar mencari bunga yang diminta. Dia mengatakan tidak mudah menemukan bunga pesanan sang dosen.

"Bahkan sampai dua kali keliling tol cari bunga itu. Keliling tol karena kan harus cari bunga keladi pink dan harus keladi pink. Andaikan dia tidak me-request (jenis bunga tertentu), apa saja yang bisa dibawa ya, gampang," katanya.

Permintaan kepada mahasiswa untuk membawa bunga ternyata tidak hanya sekali. Saat mahasiswi akan kembali melakukan konsultasi skripsi, sang dosen kembali mewajibkan mahasiswanya membawa bunga. Karena dirasa memberatkan, mahasiswi tersebut sempat menolak secara halus.

"Sebenarnya sempat bilang waktu dia minta kembali untuk kedua kalinya, saya bilang, 'Maaf, Ibu, bunga apa, kayak kemarin kah Ibu?'. Seharusnya dia sudah mengerti, oh ini anak sudah bawa sekali, (ada penolakan) tersirat sebenarnya," keluhnya.

Namun penolakan secara halus tersebut tidak membuat sang dosen mengerti. Dia disebut tak menggubris pesan sang mahasiswi. Bahkan pesan singkatnya yang menolak secara halus hanya dibaca dosen tersebut.

"(Chat) dia read ji dan saya takut mi toh, karena dia tidak balas. Jadi saya bertanya kembali, 'Atau ada saran bunga yang lain, Ibu?'. Saya takut beliau tersinggung karena tidak ada tulisan mengetik," katanya.

"Beliau balas, 'Bunga kuping gajah'. Ganti jenis, tapi bawa lagi. Kan pertama bunga keladi pink," imbuhnya.

Kisah yang sama juga diungkapkan mahasiswi UIN Alauddin, Makassar, lainnya, simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3