detikcom Do Your Magic

Sampah Masih Dibuang di Jalanan Ciputat, Warga Harapkan Bak Besar Lagi

Taufieq Renaldi Arfiansyah - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 20:18 WIB
Warga harap masalah sampah di tengah Jl Dewi Sartika  Ciputat ini mendapatkan solusi dari Pemkot Tangsel. Pemandangan 4 Februari 2021. (Taufieq Renaldi Arfiansyah/detikcom)
Warga harap masalah sampah di tengah Jl Dewi Sartika, Ciputat, ini mendapatkan solusi dari Pemkot Tangsel. Pemandangan 4 Februari 2021. (Taufieq Renaldi Arfiansyah/detikcom)
Tangerang Selatan -

Pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah menyediakan bak sampah besar di bawah flyover Ciputat dengan harapan agar orang-orang tidak membuang sampah sembarangan di jalanan lagi. Namun ternyata, sampah-sampah masih dibuang di tengah Jl Dewi Sartika yang tak jauh dari flyover. Warga berharap lokasi ini juga disediakan bak besar seperti di bawah flyover.

Di Jl Dewi Sartika sekitar 850 meter dari titik bak arm roll Dinas Lingkungan Hidup Tangsel di bawah flyover Ciputat, Tangerang Selatan, ada kantong-kantong kresek yang ditaruh di atas pembatas jalan.

"Sampah itu meresahkan masyarakat juga," kata Burhan (50), yang merupakan Ketua RT 01 RW 03, Kampung Cimanggis, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, ditemui di rumahnya, Kamis (4/2/2021).

Pemandangan sampah di tengah Jl Dewi Sartika adalah pemandangan rutin tiap malam. Kebetulan malam ini hujan, jumlah penyampah menjadi sedikit berkurang. Burhan menyatakan para penyampah itu biasa mengendarai sepeda motor, datang dari luar kampung ini, kemudian menaruh kantong-kantong sampah begitu saja di tengah jalan. Frekuensi semakin meningkat saat menjelang subuh. Pagi harinya, truk pengangkut sampah akan mengambilnya.

"Itu kira-kira jam 4-an saya lihat, sehabis subuh. Kalau orang tega seliweran naruh," kata Burhan.

Warga harap masalah sampah di tengah Jl Dewi Sartika  Ciputat ini mendapatkan solusi dari Pemkot Tangsel. Pemandangan 4 Februari 2021. (Taufieq Renaldi Arfiansyah/detikcom)Burhan (50), Ketua RT 01 RW 03, Kampung Cimanggis, Kelurahan Cipayung. (Taufieq Renaldi Arfiansyah/detikcom)

Dulu, warga pernah iuran untuk membayar petugas mengambil sampah di tempat yang disediakan. Namun karena ternyata yang membuang sampah bukan cuma warga permukiman setempat, tapi orang berkendaraan dari jauh juga ikut-ikutan membuang sampah, bak sampah menjadi cepat penuh. Frekuensi pengangkutan sampah meningkat. Biaya iuran naik. Akhirnya, warga tidak mau lagi untuk iuran membayar pengambil sampah.

"Pemerintah, tolong diatasi dengan sebaik-baiknya, bagaimana caranya. Masyarakat akan ikut saja," kata Burhan.

Selanjutnya
Halaman
1 2