Nobu Siap Ikut Olah TKP Video Syur Bareng Gisel Jika Diminta Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 13:15 WIB
Michael Yukinobu Defretes wajib lapor di Polda Metro Jaya
Michael Yukinobu Defretes atau Nobi didampingi pengacara melakukan wajib lapor di Polda Metro Jaya. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Penyidik Polda Metro Jaya merencanakan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus video syur Gisella Anastasia atau Gisel dan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu. Nobu mengaku siap mengikuti proses olah TKP jika diminta polisi.

"Kalau instruksinya harus, ya, sebagai warga yang baik saya harus ikut, ya ikut," kata Nobu setelah melakukan wajib lapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Nobu mengaku siap menjalani segala proses hukum. Meski begitu, ia mengaku belum ada pembicaraan dari penyidik soal rencana olah TKP tersebut.

"Kalau untuk itu nggak ada pembicaraan ke saya, sama sekali belum ada," imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum Nobu, Firmansyah Putera, menambahkan, hingga saat ini kliennya masih harus melakukan wajib lapor dua kali dalam sepekan. Terkait rencana olah TKP, pihaknya juga belum mengetahui lebih lanjut.

"Nggak tahu ya mungkin masih mau olah TKP atau apa kan belum dilakukan. Kita belum tahu mereka berkasnya sampai mana, apa yang harus dilengkapi ya kita nggak tahu kan, itu proses yang ada di mereka (polisi)," terang Firmansyah.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengagendakan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus video syur yang melibatkan Gisella Anastasia atau Gisel dan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu. Namun proses tersebut kini masih menunggu petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan, berkas perkara Gisel dan Nobu sebagai tersangka video syur memang baru diserahkan ke jaksa pada Selasa (2/2). Pihaknya berharap segera bisa mendapatkan balasan dari jaksa perihal pengecekan berkas perkara tersebut.

Dia menambahkan, proses olah TKP kasus video syur Gisel dan Nobu nantinya akan tergantung pada hasil pemeriksaan berkas perkara oleh jaksa.

"Tergantung dari JPU-nya, kalau memang diperlukan olah TKP dalam hal kelengkapan berkas perkara akan dilakukan olah TKP. Tapi kalau menurut JPU tidak perlu olah TKP kita tidak akan laksanakan," ungkap Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/2).

(ygs/mei)