PPP: Presiden Jokowi Belum Kasih Indikasi Reshuffle

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 08:15 WIB
Sekjen PPP Arsul Sani di Semarang, 3/11/2020
Foto: Arsul Sani (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta agar isu reshuffle kabinet jilid II tidak dikembangkan. PPP menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memberikan indikasi adanya perombakan kabinet kepada partai koalisi.

"PPP mengajak semua pihak sebaiknya tidak usah mengembangkan isu reshuffle jilid II. Itu hal yang kalau Presiden Jokowi memandang perlu, akan dilakukan pada waktunya, dan sebaliknya kalau dipandang belum saatnya atau tidak perlu, maka ya tidak akan dilakukan," kata Waketum PPP, Arsul Sani kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Wakil ketua MPR RI itu mengatakan dalam pertemuan mantan tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf belum ada komunikasi mengenai reshuffle kabinet. Presiden Jokowi menurut Arsul juga belum memberikan indikasi apapun.

"Saat ini beredar 1-3 menteri atau anggota kabinet yang namanya disebut-sebut akan di-reshuffle, padahal dalam pertemuan dengan kami eks TKN ataupun komunikasi dengan pimpinan parpol, Presiden belum kasih indikasi apapun," jelasnya.

Lebih lanjut, Arsul mengatakan PPP itu ingin turut serta dalam isu reshuffle ini. Dia mengatakan PPP belum mendapatkan info dari Presiden Jokowi.

"Jadi PPP tidak ingin ikut-ikutan dalam spekulasi soal reshuffle itu. Kami belum diinfo Presiden. Jadi ya tidak mau berspekulasi," jelasnya.

Isu adanya reshuffle jilid II Kabinet Kerja ini mulanya diembuskan Ketum JoMan Immanuel Ebenezer atau Noel. Noel mengatakan, akan ada 1 hingga 3 menteri yang akan di-reshuffle. Namun, dia tidak mengetahui siapa nama menteri yang akan direshuffle itu.

"Reshuffle jilid 2. Katanya sih dekat-dekat ini," kata Noel kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Simak video 'Moeldoko soal Isu Reshuffle Jilid II: Urusan Presiden':

[Gambas:Video 20detik]