BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Saat SJ182 Take Off: Ada Awan Kumulonimbus

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 16:42 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati
Foto: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Zhacky-detikcom)

Atas penjelasan itu pun, Ketua Komisi V Lasarus lantas mempertanyakan penyebab kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Sebab, kata dia, kondisi cuaca baik hingga mesin masih menyala sesaat sebelum jatuh ke dalam laut.

"Sampai penjelasan ibu BMKG ini kita melihat cuaca baik, tadi penjelasan kepala KNKT bahwa pesawat dalam kondisi, mesin dalam kondisi hidup ketika terjadi impact dalam laut dan seterusnya," ucapnya.

Lasarus juga meminta agar pencarian CVR terus dilakukan. Sehingga bisa menjadi jelas apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

"Memang dengan tidak ditemukannya CVR ini memang menjadi misteri ini, dan mudah-mudahan CVR ini bisa ditemukan sehingga semakin jelas sebab dari kecelakaan ini, kalau menurut Kepala BMKG tadi seharusnya cuaca tidak membahayakan penerbangan, pada posisi 11 ribu kaki ketinggian pesawat itu tadi. Kita tentu berharap ketua KNKT kita bisa dapat penjelasan lebih lengkap di laporan lengkap KNKT nanti, kita berharap nanti mudah-mudahan CVR bisa ditemukan," imbuhnya.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 lepas landas pada 9 Januari 2020 dari Bandara Seokarno-Hatta. Namun, setelah 4 menit lepas landas pesawat tersebut hilang kontak. Beberapa saat kemudian dikonfirmasi bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Halaman

(maa/zak)